Halosumsel.com-
Aktivitas penggalian pipa baru untuk Air Bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Betuah yang terdapat dikawasan Jalan Lingkar Komplek Perkantoran Pemkab Banyuasin yang menuju Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin kembali mendapat sorotan masyarakat yang tidak baik, pasalnya oleh kontraktor setelah dilakukan penggalian di jalan lingkar perkantoran tersebut kemudian ditinggalkan begitu saja.
Padahal tujuan ditanamkan pipa besi itu untuk mengalirikan air kepada pelanggan. Baik pelanggan yang ada di wilayah Perkantoran maupun wilayah Kecamatan Banyuasin III secara umum. Sayangnya bekas lokasi galian oleh kontraktor yang membelah jalan lingkar itu kini menimbulkan lobang besar yang dalam.
Dampat dari lubang galian pioa yang ditinggalkan oleh pekerjanya itu bagi pengendara Sehinggajika kurang berhati-hati khususnya orngendara roda dua akan menjadi korban. Padahal ruas jalan itu sangat padat dilalui oleh warga baik warga setempat maupun bagu warga yang berasal dari Desa Lebung, Desa Lubuk Saung, Desa Lubuk Rengas dan Lingkungan IX Talang Kebang Kelurahan Pangkalan Balai maupun warga luar Kabupaten Banyuasin.
Sedangkan sampai saat ini disepanjang ruas jalan lingkar itu dalam kondisi rusak dan sering terjadi lakalantas apalagi ditambah adanya galian itu kerusakan ruas jalan kian menjadi saja.
Sebenarnya Penggalian tersebut sudah berlangsung lama semenjak dua minggu yang lalu, dari kondisi ini pihak kontraktor diminta untuk mengembalikan tanah galian itu seperti bentuk semula.
“Waktu itu pengawas lapangan dari proyek ini bilang jalan yang mereka gali akan dikembalikan seperti semula dan dilakukan stemper dan akan mereka tambal dengan batu serta aspal. Nyatanya mana, sampai sekarang lubang jalan yang mereka gali sudah semakin dalam”, jelas Priyato (30) Warga Pangkalan Balai kepada wartawan Kamis malam (14/1).
Ditambahkan, seharusnya pihak kontraktor bertanggung jawab atas kerusakan dan sisa koral yang berserakan di Jalan Lingkar tersebut.
“Semestinya pihak kontraktor harus mengembalikan kondisi jalan seperti semula. Jangan dibiarkan tambah rusak, jalan sudah rusak ditambah rusak lagi”imbuhnya dengan nada kecewa.
Senada diungkapkan Syam (51) salah seorang pemuka masyarakat Setempat, semenjak aktivitas penggalian untuk pipa PDAM dilakukan oleh kontraktor yang menuju Desa Lebung semakin semrawut.
“Semenjak ada pengerjaan pipa di sepanjang jalan ini kondisinya semakin semrawut. Mulai dari siring buntu bahkan jalan semakin menyempit”, ujarnya.
Diharapkannya, kepada pemerintah Kabupaten Banyuasin harus tegas kepada semua kontraktor yang melakukan pengerjaan asal-asalan.
“Harapan saya pemerintah harus tegas dan harus evaluasi ulang untuk menempatkan kontraktor mengerjakan proyek baik besar maupun kecil. Sebab yang mereka kerjakan menyangkut kepentingan masyarakat banyak”, tandasnya. (waluyo)

