Palembang, Halosumsel – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengapresiasi penyelenggaraan BSB Night Run 2025 yang berlangsung meriah di Plaza Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sabtu (29/11/2025).

Gubernur Sumsel Dr. H Herman Deru diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Dr. Drs H. Edward Candra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum positif karena mampu menarik antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan.

“Malam ini luar biasa, BSB Night Run 2025 yang telah dibuka langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru mendapat apresiasi yang tinggi,” ujar Edward Candra saat menghadiri kegiatan tersebut.

Ia menilai, event tahunan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga rekreatif, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pola hidup sehat masyarakat serta mendorong pertumbuhan UMKM lokal.

“Kita harap ke depan BSB semakin maju dan semakin dicintai masyarakat Sumsel,” tambah Edward.

Sementara itu, PPS Dirut BSB, Festero Mohamad Papeko, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini merupakan tahun kedua BSB Night Run, dengan jumlah peserta yang terus meningkat.

“Event ini terus kita adakan setiap tahun. Malam ini lebih dari 2.200 peserta ikut berpartisipasi. Ke depan, kalau bisa, kami berharap kegiatan ini menjadi event tingkat provinsi,” ungkapnya.

BSB Night Run 2025 kembali menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga lari malam dan memperkuat eksistensi BSB sebagai bank kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.

Gubernur Herman Deru Buka Kongres IKKI, Dorong Kolaborasi Pangan dan Kesehatan Demi Generasi Unggul

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru membuka secara resmi Kongres Nasional Perkumpulan Ikatan Keseminatan Kardiovaskular Indonesia (IKKI) yang dirangkaikan dengan National Brain and Heart Symposium serta Palembang Heart Failure Talks III di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (29/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan ratusan dokter, akademisi, dan praktisi kesehatan dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan kebanggaannya karena Sumsel kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan ilmiah berskala nasional. Menurutnya, Palembang selalu merasakan dampak ekonomi positif dari setiap penyelenggaraan event besar, terutama pada sektor perhotelan, kuliner, dan jasa.

Ia menegaskan bahwa Sumsel akan terus mempertahankan keramahan serta kenyamanan bagi para tamu yang datang. Menurutnya, kenyamanan peserta menjadi salah satu faktor penting yang membuat banyak organisasi nasional memilih Palembang sebagai lokasi kegiatan ilmiah.

Sebelum memberikan sambutan, Gubernur juga menayangkan video mengenai Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang selama ini menjadi salah satu program strategis Pemprov Sumsel. Program tersebut mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Ia menekankan bahwa ketahanan pangan memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan sektor kesehatan. Menurutnya, teknologi medis yang canggih sekalipun tidak akan optimal tanpa dukungan ketahanan pangan yang kuat bagi masyarakat.

Gubernur juga menjelaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor kesehatan dalam menciptakan masyarakat yang sehat. Pemerintah bertugas menyediakan infrastruktur dan ketersediaan pangan, sementara tenaga kesehatan menjadi ujung tombak peningkatan kualitas layanan medis.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menyampaikan apresiasi terhadap capaian Sumsel yang baru saja menerima penghargaan sebagai provinsi dengan prevalensi stunting terendah kedua secara nasional. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja besar tenaga kesehatan hingga tingkat desa.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting merupakan bagian penting dalam mempersiapkan Sumsel menghadapi era bonus demografi. Ia menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan jumlah penduduk usia produktif, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang sehat dan kompetitif.

Gubernur juga menyampaikan optimisme bahwa Sumsel dapat menjadi daerah tujuan wisata kesehatan (health tourism). Dengan dukungan tenaga medis yang kompeten, ia yakin gagasan tersebut dapat mulai dicanangkan pada awal tahun mendatang.

Ia mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk membangun kepercayaan masyarakat agar tidak perlu lagi berobat ke luar negeri. Menurutnya, fasilitas kesehatan di Sumsel terus ditingkatkan dan kualitas tenaga medis tidak kalah dibandingkan daerah atau negara lain.

Lebih lanjut, Herman Deru meminta agar symposium ini mampu menghasilkan rekomendasi dan gagasan baru terkait upaya preventif penyakit kardiovaskular. Ia mengingatkan bahwa fenomena meningkatnya hipertensi dan diabetes pada usia muda harus segera diantisipasi bersama.

Sementara itu, Ketua IKKI Pusat dr. Didi Kurniadi memberikan apresiasi kepada Kota Palembang yang kembali menjadi tuan rumah kegiatan penting organisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa penyakit kardiovaskular memerlukan penanganan berbasis kolaborasi dan inovasi.

Acara yang diikuti sekitar 150 peserta ini diisi dengan diskusi ilmiah, workshop, dan paparan pakar kesehatan. Didi berharap kegiatan ini dapat semakin meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di bidang kardiovaskular.

 

Sumsel Menuju Health Tourism, Herman Deru Minta Tenaga Medis Perkuat Layanan Kardiovaskular

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan Sumsel sebagai pusat wisata kesehatan (health tourism). Hal itu ia sampaikan saat membuka Kongres Nasional IKKI, National Brain and Heart Symposium, dan Palembang Heart Failure Talks III di Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (29/11/2025).

Dalam pidatonya, Herman Deru menegaskan bahwa Sumsel memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan layanan medis, khususnya di bidang kardiovaskular. Ia mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk membangun kepercayaan masyarakat sehingga tidak perlu berobat ke luar negeri.

Menurutnya, peningkatan fasilitas kesehatan telah dilakukan secara bertahap dan tenaga medis di Sumsel terbukti memiliki kompetensi tinggi. Ia optimistis bahwa gagasan health tourism dapat mulai dicanangkan pada awal tahun 2026.

Selain itu, Gubernur juga menyinggung mengenai keterkaitan antara pembangunan pangan dan kesehatan. Hal ini ia sampaikan setelah diputarnya video tentang Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang selama ini menjadi salah satu program prioritas Pemprov Sumsel.

Ia menekankan bahwa teknologi kedokteran tidak akan memberi manfaat maksimal tanpa ketahanan pangan yang kuat. Karena itu, Gubernur menilai pembangunan pangan dan kesehatan harus saling menopang dan dikelola dalam satu kerangka kolaboratif.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru mengapresiasi capaian Sumsel yang baru saja memperoleh penghargaan nasional sebagai provinsi dengan prevalensi stunting terendah kedua di Indonesia. Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kerja keras lintas sektor, terutama tenaga kesehatan di lapangan.

Ia menilai capaian penurunan stunting tersebut menjadi modal penting bagi Sumsel menyongsong bonus demografi. Gubernur menegaskan bahwa peningkatan kualitas generasi muda adalah kunci keberhasilan pembangunan jangka panjang.

Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap tren meningkatnya kasus penyakit kardiovaskular pada usia muda. Menurutnya, temuan seperti hipertensi pada usia 30-an harus menjadi alarm bagi seluruh pihak terkait.

Ia berharap kegiatan simposium dapat menghasilkan rekomendasi nyata untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan penyakit kardiovaskular. Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan masukan konkret dari para tenaga medis dan akademisi.

Sementara itu, Ketua IKKI Pusat dr. Didi Kurniadi memberikan apresiasi kepada Kota Palembang sebagai tuan rumah. Ia menegaskan bahwa penyakit kardiovaskular membutuhkan pendekatan terintegrasi antara perawatan otak dan jantung.

Didi menjelaskan bahwa symposium ini menjadi wadah strategis bagi para profesional kesehatan untuk berbagi ilmu dan memperkuat jejaring. Kolaborasi, katanya, adalah kunci untuk meningkatkan standar layanan kesehatan nasional.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari dokter, akademisi, dan praktisi medis. Berbagai diskusi ilmiah dan workshop digelar untuk memperkaya wawasan peserta terkait penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah.

IKKI Gelar Kongres Nasional di Palembang, Herman Deru Apresiasi Peran Dokter Jaga Kesehatan Masyarakat

PALEMBANG – Kongres Nasional Perkumpulan Ikatan Keseminatan Kardiovaskular Indonesia (IKKI) resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang pada Sabtu (29/11/2025). Kegiatan ini dirangkaikan dengan National Brain and Heart Symposium serta Palembang Heart Failure Talks III.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa bangga karena Palembang dipilih sebagai tuan rumah dari kegiatan ilmiah berskala nasional tersebut. Ia menilai agenda seperti ini membawa dampak signifikan bagi sektor perekonomian dan pariwisata Sumsel.

Menurutnya, industri perhotelan, kuliner, dan jasa transportasi adalah sektor yang paling merasakan manfaat dari pelaksanaan event nasional. Karena itu, Sumsel terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada tamu dari berbagai provinsi.

Dalam pembukaan itu, Gubernur juga menayangkan video mengenai Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Program ini, katanya, tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan pangan yang cukup dan sehat merupakan prasyarat utama untuk menciptakan masyarakat yang kuat. Menurutnya, teknologi dan peralatan medis tidak akan berfungsi optimal tanpa fondasi ketahanan pangan.

Selain itu, Gubernur menyampaikan kebanggaannya atas capaian Sumsel dalam menurunkan angka stunting. Sumsel baru saja menerima penghargaan nasional sebagai provinsi dengan prevalensi stunting terendah kedua secara nasional.

Herman Deru menyebut keberhasilan tersebut sebagai hasil kerja keras tenaga kesehatan hingga tingkat desa. Ia menegaskan bahwa kesiapan generasi muda harus dipastikan sejak dini untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Gubernur juga menyoroti meningkatnya kasus hipertensi dan diabetes pada usia muda. Menurutnya, fenomena tersebut harus segera ditangani melalui langkah preventif dan edukatif yang lebih masif.

Ia berharap symposium dapat menghasilkan strategi dan rekomendasi untuk memperkuat layanan kesehatan, terutama dalam penanganan penyakit kardiovaskular. Menurutnya, saran dari para tenaga medis sangat dibutuhkan pemerintah daerah.

Ketua IKKI Pusat dr. Didi Kurniadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Herman Deru dan Pemerintah Kota Palembang. Ia menjelaskan bahwa penyakit kardiovaskuler merupakan tantangan besar dunia kesehatan yang membutuhkan penanganan intensif dan berkelanjutan.

Didi menegaskan bahwa pendekatan interdisipliner antara dokter jantung dan saraf sangat penting mengingat kedua organ tersebut saling berkaitan erat. Ia berharap symposium ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi di antara para tenaga kesehatan.

Acara yang diikuti sekitar 150 peserta ini menghadirkan pembicara ahli dengan berbagai sesi ilmiah. Didi berharap kegiatan ini membawa manfaat besar bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit kardiovaskular di Indonesia.

“Sumsel Jadi Satu-Satunya Provinsi Raih Dua Penghargaan Strategis di PTBI 2025”

Jakarta – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mencatatkan prestasi membanggakan pada tingkat nasional. Sumsel menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang berhasil meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Grha Bhasvara Ichana, Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam. Acara tersebut turut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Dua penghargaan yang diraih adalah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Berkinerja Terbaik 2025 Kawasan Sumatera serta Champions Digital Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Terbaik Kawasan Sumatera 2025. Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi Sumsel sebagai daerah yang kuat dalam pengendalian inflasi dan percepatan transformasi digital pelayanan publik.

Penghargaan dari Bank Indonesia ini diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai mampu menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta berkomitmen memperluas digitalisasi layanan keuangan daerah. Penilaian dilakukan melalui berbagai indikator teknis dan inovasi yang dijalankan oleh pemerintah masing-masing wilayah.

Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, menerima langsung penghargaan tersebut. Ia hadir didampingi beberapa pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel, termasuk Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Ir. Basyaruddin Achmad, Kepala Biro Perekonomian Henky Putrawan, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono.

Usai menerima penghargaan, Gubernur Herman Deru menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut. Ia menyebut penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel untuk terus meningkatkan pelayanan, memperluas inovasi, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Hari ini kita mendapatkan dua award dalam PTBI dan Rakornas TPID. Ini memacu kita untuk bekerja lebih keras dan lebih luas lagi. Penghargaan ini bukan sekadar untuk dipertahankan, tetapi untuk memberi kemudahan bagi masyarakat,” ujarnya.

Terkait keberhasilan TPID, Herman Deru menjelaskan bahwa Sumsel telah beberapa tahun konsisten berada di papan atas nasional dalam pengendalian inflasi. Salah satu program unggulan yang mendapat sorotan positif adalah Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), yang sebelumnya juga meraih penghargaan nasional.

“Kita menjaga suplai-demand dengan baik, termasuk melalui program GSMP yang telah banyak membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu, penghargaan TP2DD membuktikan keberhasilan Sumsel dalam mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Berbagai inovasi dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam transaksi non-tunai, pembayaran layanan publik, dan akses informasi yang lebih cepat dan transparan.

Adapun penerima penghargaan TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2025 selain Sumsel yaitu Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, dan Papua. Sedangkan untuk TP2DD Provinsi Terbaik diberikan kepada Sumsel, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyebutkan bahwa agenda PTBI menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Saya sambut baik tema tahun ini: tangguh dan mandiri. Sinergi ini sangat tepat dan sesuai dengan upaya besar yang sedang kita jalankan,” tegas Presiden Prabowo.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan insentif sebesar Rp 786 miliar bagi TPID berkinerja terbaik. Dana tersebut telah disiapkan melalui koordinasi dengan Menteri Keuangan sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja pengendalian inflasi daerah.

“Gubernur Herman Deru Angkat Prestasi Sumsel dengan Dua Penghargaan Bergengsi di PTBI 2025”

Jakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di tingkat nasional. Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Sumsel ditetapkan sebagai satu-satunya provinsi yang meraih dua penghargaan strategis: TPID Berkinerja Terbaik 2025 Kawasan Sumatera dan TP2DD Provinsi Terbaik Kawasan Sumatera 2025.

Acara yang berlangsung di Grha Bhasvara Ichana Kantor Pusat Bank Indonesia, Jumat (28/11/2025) malam tersebut, dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang dinilai berhasil menjaga stabilitas harga dan mendorong akselerasi digitalisasi keuangan daerah.

Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru menerima langsung kedua penghargaan tersebut. Ia hadir didampingi jajaran OPD terkait seperti Asisten II Basyaruddin Achmad, Kepala Biro Perekonomian Henky Putrawan, serta Kepala BI Sumsel Bambang Pramono.

Dalam keterangannya, Herman Deru menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bukti kerja kolaboratif antara Pemprov Sumsel, pemerintah kabupaten/kota, serta Bank Indonesia. Menurut dia, keberhasilan ini sekaligus menjadi tanggung jawab untuk terus mengembangkan kebijakan publik yang adaptif dan berpihak kepada masyarakat.

“Dua penghargaan ini menjadi pemacu bagi kita semua. Tidak boleh cepat puas. Justru harus diperluas agar manfaatnya lebih terasa langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Di bidang pengendalian inflasi, Sumsel terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai strategi dilakukan, termasuk memastikan suplai pangan tetap stabil, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menerapkan inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat seperti program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

Program GSMP disebut sebagai salah satu faktor yang memperkuat ketahanan pangan Sumsel. Model pemberdayaan melalui pemanfaatan pekarangan, kolam, dan lahan tidur dinilai mampu mengurangi tekanan inflasi dari sisi pangan, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain itu, kinerja TP2DD Sumsel juga mendapat sorotan positif berkat upaya perluasan digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Sumsel dinilai sukses memperluas layanan non-tunai, termasuk pembayaran pajak daerah, retribusi, dan layanan publik lainnya yang memudahkan masyarakat.

Penghargaan TPID terbaik tahun ini juga diberikan kepada beberapa provinsi lain, seperti Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, dan Papua. Untuk TP2DD, selain Sumsel, provinsi yang mendapat penghargaan yaitu Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Ia mengapresiasi upaya daerah dalam menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi.

“Saya menilai tema tahun ini sangat relevan. Sinergi dan ketangguhan adalah kunci untuk menghadapi tantangan besar ekonomi global,” ujarnya.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa pemerintah sedang menyiapkan insentif sebesar Rp 786 miliar bagi TPID berprestasi. Insentif ini diharapkan dapat mendorong daerah terus memperkuat pengendalian inflasi sebagai bagian dari strategi nasional.

“Dua Penghargaan Nasional Kukuhkan Sumsel sebagai Provinsi Tangguh dalam Inflasi dan Digitalisasi”

Jakarta – Sumatera Selatan (Sumsel) menorehkan prestasi nasional dengan menjadi satu-satunya provinsi yang berhasil meraih dua penghargaan penting pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025. Kedua penghargaan tersebut adalah TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2025 Kawasan Sumatera dan TP2DD Provinsi Terbaik Kawasan Sumatera 2025.

Acara PTBI 2025 berlangsung di Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam tersebut dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penghargaan diberikan kepada daerah yang dinilai sukses menjaga stabilitas inflasi sekaligus mempercepat transformasi digital pelayanan publik.

Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru menerima langsung penghargaan tersebut bersama sejumlah pejabat Pemprov Sumsel. Kehadiran Asisten II Basyaruddin Achmad, Kepala Biro Perekonomian Henky Putrawan, serta Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono turut menunjukkan dukungan penuh terhadap capaian ini.

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh pihak di Sumsel. Ia menyampaikan bahwa prestasi ini bukan tujuan akhir, tetapi langkah awal untuk meningkatkan kualitas kebijakan ekonomi daerah.

“Ini adalah pengakuan yang memotivasi kita untuk bekerja lebih inovatif dan memberi layanan terbaik kepada masyarakat. Kita tidak hanya mempertahankan, tetapi harus meningkatkan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Sumsel telah lama menjadi salah satu provinsi yang konsisten dalam menjaga pengendalian inflasi. Program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) menjadi salah satu kontribusi besar dalam menjaga stabilitas pasokan pangan masyarakat.

GSMP dinilai mampu menekan tekanan inflasi dari sektor pangan dengan memberdayakan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan, kolam, dan sumber daya lokal. Model ini membuat masyarakat lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan pada pasar.

Sementara itu, penghargaan TP2DD menunjukkan bahwa Sumsel siap melangkah lebih jauh dalam digitalisasi. Inovasi pelayanan publik berbasis digital, transaksi non-tunai, serta peningkatan literasi digital masyarakat menjadi bagian dari sukses besar Sumsel tahun ini.

Daftar penerima penghargaan TPID terbaik 2025 selain Sumsel meliputi Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, dan Papua. Sedangkan TP2DD terbaik diberikan kepada Sumsel, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan ekonomi yang bekerja menjaga stabilitas nasional. Menurutnya, tema PTBI tahun ini sangat relevan dengan arah kebijakan pembangunan nasional.

“Saya sangat setuju bahwa sinergi adalah kunci. Kita harus tangguh dan mandiri dalam menghadapi tantangan global ekonomi,” tegas Presiden Prabowo.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menutup dengan menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan insentif Rp 786 miliar bagi TPID berprestasi. Dana tersebut dikonfirmasi telah tersedia melalui koordinasi dengan Menteri Keuangan.

Sabet Dua Penghargaan Bergengsi TPID dan TP2DD, Sumsel Jadi Provinsi Paling Berprestasi di Kawasan Sumatera pada Ajang PTBI 2025

Jakarta – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menorehkan prestasi nasional. Sumsel menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada gelaran Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Grha Bhasvara Ichana, Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam. Acara tersebut turut dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Dua penghargaan yang diboyong Sumsel tersebut adalah TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2025 Kawasan Sumatera dan Champions Digital TP2DD Provinsi Terbaik Kawasan Sumatera 2025. Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil menjaga stabilitas harga sekaligus mempercepat digitalisasi layanan keuangan daerah.

Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru menerima langsung penghargaan tersebut. Ia turut didampingi Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemprov Sumsel Ir. Basyaruddin Achmad, Kepala Biro Perekonomian Sumsel Henky Putrawan, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Bambang Pramono.

Usai menerima penghargaan, Gubernur Herman Deru menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. Ia menyebut capaian tersebut sebagai pemacu bagi jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel untuk bekerja lebih inovatif dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Hari ini dalam acara PTBI dan Rakornas TPID, kita mendapatkan dua award: TPID dan TP2DD. Ini menjadi pemacu kita untuk bekerja lebih keras dan lebih luas lagi, bukan sekadar mempertahankan penghargaan, tetapi memberikan kemudahan-kemudahan bagi masyarakat,” ujar Herman Deru.

Terkait penghargaan TPID, Herman Deru menjelaskan bahwa Sumsel konsisten berada di papan atas dalam upaya pengendalian inflasi selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, ketersediaan pasokan dan stabilitas permintaan menjadi kunci utama. Salah satu program unggulan yang mendapat apresiasi adalah Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), yang sebelumnya juga meraih penghargaan dari Metro TV.

“Kita bahas bahwa Sumsel sudah beberapa tahun bertengger di papan atas pengendalian inflasi daerah. Kita menjaga ketersediaan, menjaga suplai–demand. Salah satunya lewat program GSMP yang juga mendapatkan apresiasi dari Metro TV,” tambahnya.

Penghargaan TP2DD juga menguatkan posisi Sumsel sebagai provinsi yang unggul dalam perluasan digitalisasi, literasi keuangan, dan transformasi pelayanan publik berbasis digital. Herman Deru menegaskan bahwa digitalisasi kini menjadi standar layanan yang memudahkan masyarakat dalam bertransaksi maupun mengakses informasi serta pelayanan pemerintah.

Daftar penerima penghargaan TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2025 adalah:
– Sumatera Selatan
– Jawa Tengah
– Kalimantan Timur
– Sulawesi Barat
– Papua

Sementara penerima TP2DD Provinsi Terbaik 2025 meliputi:
– Sumatera Selatan
– Jawa Timur
– Kalimantan Timur
– Sulawesi Selatan
– Nusa Tenggara Timur

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyebut kegiatan PTBI menjadi momentum penting dalam memetakan arah kebijakan ekonomi nasional. Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan.

“Saya sambut sangat baik tema yang dipilih tahun ini, tangguh dan mandiri, sinergi mendorong ekonomi lebih tinggi dan berdaya tahan. Saya merasa ini sangat tepat dan sesuai dengan upaya besar yang kita sedang jalankan,” ujar Presiden.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan insentif dengan nilai mencapai Rp786 miliar bagi TPID berkinerja terbaik. Menurutnya, dana tersebut telah disiapkan melalui koordinasi dengan Menteri Keuangan.

Rel