Halosumsel-
Bimbingan Teknis Menuju 100 Smart City Kabupaten Banyuasin 2017 yang di gelar Diskominfo Banyuasin di Auditorium pemkab Banyuasin . Senin (7/8/2017). Bupati Banyuasin SA Supriyono saat menyampikan kata sambungnya sekaligus membuka acara tersebut merasa kaget Banyuasin masuk 25 kota smart city.
“Saya kaget banyuasin masuk 25 besar kota smart city mewakili Provinsi Sumsel, karena Banyuasin belum lengkap kalau di katakan Kota Smart City, mungkin berkat Provinsi Sumsel yang menunjang Banyuasin masuk di 25 kota smart city, ” katanya
Kenapa belum lengkap sambungnya, salah satunya pembuatan KTP yang hanya plate (naik turun) tidak tetap data yang di peroleh.
“Kalau di contohkan misalnya Ibu yang bawak tas yang isinya kartu kredit banyak itu belum bisa dikatakan smart city namanya, ” ketusnya
Lebih lanjut dikatakan SA Supriyono, masuknya Kabupaten Banyuasin di 25 besar kota Smart City dirinya berharap jangan sampai hanya sebatas itu saja namun tujuan dari smart city harus di laksanakan dengan baik agar tercapainya pelayanan publik yang smart city.
Menanggapi pernyataan Bupati Banyuasin yang menempatkan Banyuasin masuk di 25 Besar kota smart city, Ir Hery Abdul Aziz sebagai staf ahli informatika kementerian komunikasi RI mengatakan kriteria yang di utamakan dalam penempatan Kabupaten Banyuasin di 25 besar kota Smart City dasarnya ada yang di ambil.
“Kriteria Banyuasin masuk di 25 besar yaitu infrastruktur yang mudah terjangkau, kelembagaan SDM yang memadai, perencanaan yang akurat dan komitmen ingin membangun menjadikan pelayanan publik yang smart city.” Jelasnya
Turut hadir dalam acara tersebut, Staf ahli Informatika Kemenkomifo RI di dampingi Fitra Rahmat Cautsar. S.TTP .ME sebagai, Tim Pembimbing gerakan menuju 100 smart city ., unsur FKPD Kabupaten Banyuasin, Sekda Firmansyah, Staf ahli dan OKP, Kadis Kominfo Erwin Ibrahim. MBA , serta Camat Kabupaten Banyuasin. (Topik

