Halosumsel.com-
Dalam perbincanganya dengan wartawan setibanya di Masjid Agung Al-Amir dikomplek perkantoran Pemkab Banyuasin (18/2) sekitar pukul 13.00 wib Muchtar (61) mengutarakan, untuk saat ini jika hendak kekantor Bupati Banyuasin jika ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dari kediamannya di Jembatan 4 Jalur 18 Kecamatan Muara Pandang Banyuasin Timur sekarang butuh waktu 8 jam atau lebih lambat 5 jam sampai dari waktu yang biasa ditempuh selama 3 jam saja.
Keterlambatan tiba disini sampai lebih 5 jam itu kata Muchtar, akibat dari kerusakan ruas jalan selama datang musim hujan ini, ini saja saya mengendarai sepeda motor, andaikata naik mobil mungkin saja besuk lusa pun belum sampai disini.
Tadi pagi saya berangkat dari rumah usai sholat Subuh atau sekitar pukul 05.00 wib dan tiba disini sudah pukul 13.00 wib lebih dan ini mengendarai sepeda motor, sehingga masih bisa mentas-metas jalan sempit kadang lewat pekarangan orang juga ada lewat lorong-lorong perkebunan masyarakat.
“Andaikata saya ini tidak ada kepentingan yang prinsif, rasanya sangat berat sekali mau berangkat, karena tidak boleh tidak harus didatangi sendiri, walau dengan mandi lumpur pun tetap dilakoni”, aku mantan seorang pendidik dengan nada pasrah.
Ini saja kata Muchtar, andaikata tidak berjanjian terlebih dahulu pun rasanya sungkan mau pergi, karena sudah janjian itulah saya nekat berangkat dan baru saja saya telpon bahwa saya sudah tiba tetapi mau Sholat dulu dan beliau siap menunggu bahkan mengajak untuk menginap dirumah dinasnya, imbuhnya sembari melepas jaketnya yang terlihat banyak lumpur karena dalam perjalannya sempat terjatuh.
Ruas jalan yang paling parah kerusakanya itu yang ada dikawasan perusahaan, kalau yang ada dipermukiman atau didalam pedesaan tidak seberapa rusak, walau ada kerusakan untuk kendaraan tidak ada hambatan, karena rata-rata sudah pernah ditingkatkan bahkan ada yang sudah dicor benton bekasnya.
Tetapi kata Muchtar, kalau disepanjang kawasan Pt. semua rusak berlumpur, sebab selama ini hanya dilakukan penyekrapan saja kalau tidak ada hujan, namun setiap hari juga dilintasi kendaraan yang mengangkut buah sawit yang jumlahnya puluhan bahkan ada ratusan truk yang muatanya sampai puluhan ton, sedangkan badan jalan dari timbunan tanah merah saja ditambah kena hujan tidak mampu lagi menahan beban dan hancur itulah kenyataanya.
Namun demikian Muchtar masih mengaku bangga, walau dalam faktanya semacam ini walau terlambat jauh, tetapi masih sampai juga dengan selamat, walau dengan kondisi menahan lapar, biayanya pun masih sangat murah jika mengendari sepeda motor, ujarnya sembari duduk melepaskan lelahnya.(walbro)

