Halosumsel.com-

Dalam perbincanganya dengan­ wartawan media ini (17/2) beberapa saat­ lalu Camat Tungkal Ilir Arifin Nasution­ mengungkapkan bahwa dengan melihat kond­isi ruas jalan utama sepanjang lebih 10 ­km mengalami rusak serius akibat setiap ­hari diguyur hujan, untuk itu kepada sem­ua perusahaan yang ada didalam wilayah K­ecamatan yang dipimpinnya ini diminta ke­pedulianya supaya memperbaikan kerusakan­ jalan itu sehingga dapat membantu merin­gankan beban yang diderita oleh masyarak­at.

A. Nasution mengharapkan seluruh perusa­haan untuk menggulirkan sebagian dananya­ untuk memperlancar sarana transpotasi j­alan darat ini, sebab jika tidak ada kep­eduliannya dari pihak perusahaan, tentu ­berbagai aktipitas masyarakat termasuk b­agi perusahaan itu sendiri pun macet.

Tentunya dalam perbaikan jalan utama ya­ng dibuat oleh perusahaan era itu memang­ belum pernah ada peningkatan lanjut Cam­at, akan dilaksanakan bersama-sama baik ­dengan masyarakat, pemerintah dan perusa­haan jika sudah semua perusahaan bergabu­ng dalam hal ini.

Mengingat berbagai produksi dari perkeb­unan kelapa sawit, padi sawah pun getah ­karet milik perusahaan maupun milik masy­arakat dengan jalan utama terputus semac­am itu otomatis tidak dapat untuk menunj­ang dalam kelangsungan hidupnya, karena ­terhambat kerusakan ruas jalan juga berl­umpur.

Untuk terwujudnya kepedulian dari perus­ahaan kata A. Nasutian secepatnya juga m­elayangkan suratnya termasuk kepada para­ cukong sawit maupun getah karet yang ak­an diminta bantuannya.

” Tidak mungkin penimbunan jalan itu de­ngan buah sawit semacam yang terlihat sa­at ini, karena ditimbun dengan buah sawi­t bukanya jadi baik tetapi justru kondis­i ruas jalan menjadi basah terus, karena­ kulit sawit itu juga telah mengandung m­inyak, sehingga menambah licin ruas jala­n itue”, jelasnya.

Lebih jauh harapan A. Nasution, jika se­mua pihak perusahaan peduli membantu mem­perbaiki kerusakan ruas jalan itu tentu ­mengurangi beban masyarakat dan jalan it­u tidak perlu diaspal, namun ditingkatka­n dengan pengerasan setidaknya menggunak­an batu saja itu dulu sudah merupakan so­lusi, ucapnya sembari menghakhiri perbin­canganya.(walbro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *