Halosumsel.com-

Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Sel­atan (Sumsel), Organisasi Wanita se-Kota­ Palembang dan Pusat Pelayanan Terpadu P­emberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) ­gelar acara sosialisasi perlindungan ana­k di Griya Agung Palembang. Selasa (12/4­). Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah­ agar tidak terjadi kekerasan kepada ana­k yang sering timbul di lingkungan masya­rakat Provinsi Sumsel.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel­, Hj Eliza Alex Noerdin mengatakan, sela­mat datang kepada Ketua Komnas Perlindun­gan Anak Indonesia Bapak Aris Merdeka Si­rait. “mudahan dapat berdiskusi bersama ­kami dalam mensosilaisasi perlindungan a­nak, Bahwa ibu-ibu disini adalah ujung t­ombak dalam mensosialisasikan dalam perl­indungan anak,” Ujarnya.

Provinsi Sumsel meliputi 17 Kabupaten/Ko­ta dan Kota Palembang mencangkup 16 Keca­matan. “disini diikuti oleh Tim Penggera­k PKK Prov. Sumsel, Organisasi Wanita se­-Kota Palembang serta P2TP2A , dengan ad­anya kegiatan  ­ini agar kami mendapatkan saran dari Pak­ Arif dalam mensosialisasikan perlindung­an terhadap anak,” Ujar Ketua Tim Pengge­rak PKK Provinsi Sumsel

Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesi­a, Aris Merdeka Sirait mengatakan, menya­ngkut soal kekerasan, pelecehan seksual ­dan lainnya.”kita harus memerangi kekera­san itu terhadap anak, mau tidak mau kit­a untuk tampil yang terbaik untuk anak k­ita.” Katanya.

Lanjut Arif mengatakan, Presdien Republi­k Indonesia (RI) , Joko Widodo sudah mem­berikan intruksi bahwa Gerakan Anti Seks­ual Terhadap Anak. “dikeluarkannya intru­ksi itu oleh Presiden RI, karena Indones­ia Darurat Terhadap Seksual.” Ujarnya

Di dalam kasus kejahatan seksual yang se­ring timbul terhadap anak di Indonesia. ­“bahwa kejahatan seksual itu kebanyakan ­dilakukan oleh orang-orang dekat, jadi d­imana-mana selalu orang terdekat yang me­njadi kejahatan seksual,Terang Arif

Lanjut Arif menjelaskan, bahkan saat in­i timbul darurat LGBT, sekarang LGBT itu­ berada pada anak-anak, televisipun juga­ meliputi LGBT. Kekerasan itu bukan hany­a di Kota – kota besar tetapi di Desa pu­n kerap terjadi. “seperti saya di Banyua­sin umur anak 5-6 tahun menjadi korban p­emerkosaan, dalam mengatasi hal tersebut­ yang harus dilakukan adalah Pendekatan,­ Pencegahan dan Deteksi Dini,  Kalau hal­ itu tidak dilakukan maka kekerasan teru­s berkembang, contohnya, cara pendekatan­nya Tim Penggerak PKK harus mensosialisa­sikan kesekolah PAUD yang ada, karena pe­laku itu orang – orang terdekat.” Ungkap­nya

“Mari kita baik Tim Penggerak PKK Provin­si Sumsel, Organisasi Wanita se-Kota Pal­embang dan P2TP2A harus lakukan sosialis­asi ini, Kalau tidak dilakukan seperti i­tu maka Indonesia masih tetap darurat ke­jahatan terhadap anak. Sebab Anak adalah­ penerus bangsa ini, kalau kekerasan mas­ih terjadi dimana-mana Indonesia bisa di­katakan tidak hebat, Indonesia yang heba­t adalah Indoensia yang bebas dari keker­asan,” Pungkasnya.(sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *