Halosumsel-
Untuk kesekian kalinya, keluarga Meriana (36) dan Yuli Manda Lestari (27) terlibat pertengkaran hingga terjadi pergulatan di depan rumah Lukman, Jalan Panca Usaha Lorong Usaha RT 59 RW 10 Kelurahan 5 Ulu pada Kamis (16/2) pukul 12.00 WIB. Akibatnya, korban Meriana mengalami luka gores di mata kanan dan memar di mata kanan. Sedangkan korban Masnah mengalami luka memar di pipi kanan.
Dihadapan petugas piket SPKT Polresta Palembang, korban yang bajunya penuh lumpur itu menjelaskan, antara dirinya dan Yuli memang terlibat selisih paham. Saat melintas, terjadilah pertengkaran mulut hingga menggundang kedua keluarga lainnya keluar dan saling keroyok.
“Sebelumnya saya dan Yuli terjadi ribut mulut saja pak. Dia terus saja menantang, hingga terjadi pergulatan. Ketika Masnah memisah pertengkaran kami, pelaku Maya malah melarangnya,” jelas Jalan Panca Usaha Lorong Usaha RT 59 RW 10 Kelurahan 5 Ulu kepada petugas.
Selang setegah jam, Yuli Manda Lestari (27) juga membuat laporan resmi ke polisi. Ibu muda ini mengatakan, kalau Meriana dan Masnah itu sering menyidir dan menghinanya.
Dijabarkan Yuli, masalah keributan ini sudah terjadi sejak tahun 2016 silam. Pernah dibawa ke Polsek SU I namun kasusnya gantung, dengan alasan tidak ada saksi dan tidak cukup bukti untuk dinaikkan.
“Masalah awalnya soal mereka yang membuang sampah di rumah kami. Tidak senang ditegur Ibu saya, dia membawa parang dan mengancam akan mengapak. Sejak kejadian itu, masalah demi masalah terus diciptakannya sehingga terjadi pertengkaran. Setiap kali melintasi rumahnya, dia bergantian menghina dengan kata-kata yang kurang enak di dengar. Puncaknya, saat saya pulang dari warung tadi, dia menyindir. Kesal, saya bilang beraninya depan rumah. Lalu, dia keluar disusul dengan keluarganya yang lain,” bebernya.
Pertarungan yang tidak seimbang itupun pecah. Mereka sebanyak lima orang mengeroyok hingga luka lecet di dengkul kanan, jempol kanan, lecet dipipi kiri dan pelipis kiri. Sementara, adik korban, Maya mengalami luka gores di dada kanan.
“Saya dikeroyok oleh, Nurhalimah, Dipa, Masnah, Agus dan Meri. Melihat kepala saya diinjak-injak, adik saya, Maya membela. Saya harus membela diri dengan menggigit dan mencakar guna menahan serangan tiga orang, sedangkan Maya harus menghadapi dua orang,” bebernya.
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SIk SH MH didampingi Ka SPKT, Ipda Ledi membenarkan adanya laporan kedua korban.
“Mereka ini saling lapor pengeroyokan. Silakan saja mereka menceritakan apa yang dialaminya. Kita sifatnya hanya menampung dan membuatkan lapornya sesuai apa yang disampaikan, untuk penyelesaian selanjutnya akan ditangani unit reskrim,” jelas Ledi, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya. (agustin selfy)

