Diduga Ada Konspirasi Di Balik Pembangunan Pusdiklat Banyuasin

Pembangunan pusat pendidikan latihan (Pusdiklat) di RT 05 Dusun 2 Desa Talang Buluh Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan yang digarap oleh Pt. Mega Ceria Lestari itu memunculkan berbagai polemik di tengah masyarakat, selain masalah status kewilayahan juga peruntukan pembangunan Pusdiklat yang tidak jelas, mengenai luasan lahan dari penjelasan dinas perijinan Pemkab Banyuasin ternyata antara fakta di lapangan hasil sidag anggota DPRD Banyuasin dengan pembahasan dalam rapat klarifikasi yang diselenggarakan diruang rapat Bupati Banyuasin (30/8/2018) berbeda dan diduga ada konspirasi.

Ari dari aktivis dan kawan-kawan meminta pemerintah Banyuasin baik Kades hingga Bupati lebih transparan, mengingat menyangkut umat mayoritas  muslim.

“Kami mempertanyakan dilokasi itu ada dibangun tempat ibadah Mustria dan kepada para ulama kami meminta lebih perketat pengawasan, karena diduga ada konfirasi dibangunnya masjid yang dibiayai dari dana non muslim,” terangnya

Pernyataan Ari tersebut sontak dibantah Kades Talang Bulu Sukatno yang menyatakan itu tidak benar.
“Jangan sembarangan kamu bicara, hati-hati dengan ucapanmu, ini data kami lengkap jadi tolong jaga ucapanmu, “katanya dengan nada tinggi diruang rapat serta dibarangi Senenhar dan Babul tidak setuju dengan pernyataan Ari.

Beberapa waktu silam Sukardi wakil ketua DPRD Banyuasin didampingi anggota komisi I DPRD Banyuasin Emi Sumirta bersama unsur lain mendapati berbagai kejanggalan dan memancing emosinya termasuk dari Kepala KUA kecamatan Talang Kelapa sendiri yang menyulut kemarahan warga dan membuat geram anggota DPRD Banyuasin saat sidag dan persoalan pembangunan Pusdiklat yang tidak jelas peruntukannya di Desa Talang Buluh tersebut dan kuat dugaan adanya konfirasi masalah luasan lahan, status kewilayahan dan bakal dirobohkan tempat ibadah mayoritas muslim.

Rapat yang seharusnya dipimpin Sekda Banyuasin Firmansyah itu diwakili pejabat sekda Senen Har asisten 1, dihadiri dari Kemendepag Banyuasin Iskandar, Unsur FKUB Rasyid, MUI Banyuasin Minati, para ulama Banyuasin, Kadis Perijinan Babul Ibrahim, Kesbangpol, Disdik, Kominfo, Kades dan BPD Talang Buluh, Inspektorat, Aktivis serta mahasiswa Banyuasin.(ti)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *