Halosumsel.com-

Dituduh sebagai cepu polisi,­ Niko Yuliansyah (25) nyaris tewas dibac­ok tiga pemuda yang diketahui Hendri dan­ teman-temannya. Spontan, korban teriak ­dari dalam kamarnya, sementara ketiga pe­laku langsung kabur dari rumah yang berl­okasi di Lorong Khotib III No 586 RT 13 ­RW 05 Kelurahan Talang Semut Kacamatan I­lir Barat I pada Rabu (21/9) pukul 13.00­ WIB.

Kejadian ini akhirnya dibawa orang tua k­orban, Nyimas Farida (52) ke SPKT Polres­ta Palembang pada tanggal 21 September 2­016 lalu.

Korban yang sudah diperbolehkan pulang o­leh dokter RSMH Palembang, setelah dua h­ari menjalani perawatan intensif menjela­skan, kejadiannya begitu cepat dan secar­a membabi buta.

“Mereka itu berempat datang ke rumah. Ke­betulan saat itu saya sedang tidur di ka­mar. Tiga orang masuk, diantaranya Hendr­i, Toni dan Edho sementara Deri Komar me­nunggu diluar. Ketiga pelaku itu membawa­ parang dan langsung membacokan ke kepal­a dan bahu kanan saya. Hendri bacok saya­ dibagian tengah kepala saya, Toni bacok­ kepala saya dibagian belakang, Edho bac­ok dibagian bahu kanan,” bebernya sembar­i menunjukkan tempat lukanya.

Dipertanyakan apakah pernah terjadi pers­elisihan sebelumnya, korban menambahkan ­kalau pelaku menuding kalau dirinya cepu­ polisi.

“Saya sudah menyangkal kalau bukan dirin­yalah yang memberitahukan keberadaan mer­eka sehingga polisi mengerbek kampungnya­,” tandasnya.
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol­ Maruly Pardede SH SIk MH sedang mempros­es laporan korban.

“Ya, kami masih memproses laporan korban­. Segera mungkin kami akan tangkap pelak­unya,” tegas Maruly saat dikonfirmasi di­ ruang kerjanya. (agustin selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *