Halosumsel.com–
Dinas pengelolaan Pasar (DPP) melalui Kantor Unit Pelayanan Teknis Dinas (KUPTD) Pasar Pangkalan balai lakukan Pembongkaran Lapak PKL yang berada pada akses jalan masuk Pusat Pasar Pangkalan Balai di Kecamatan Banyuasin III sebagai Pusat Ibukota Kabupaten Banyuasin.
Pembongkaran lapak dilakukan oleh belasan petugas dan dibantu pedagang yang tempat berjualanya dibongkar. Para petugas yang melakukan pembongkaran lapak Pasar Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin, Jumat kemarin nampak dengan sigap merobohkan satu demi satu lapak yang ada di badan jalan tersebut.
Bahkan dalam pembongkaran lapak tersebut terlihat aman dan tenang tanpa ada protes dari pedagang dengan disaksikan langsung Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Banyuasmin Drs. M. Yusuf, Kepala UPTD Pasar Pangkalan balai Mul’in SE. Kasi Trantib Pengelolaan pasar Shulton S.sos.
Dalam upaya pembongkaran itu para pedagang sudah diberitahu seminggu sebelum pelaksanaan dari pihak pasar pangkalan balai dan pemberitahuan itu berdasarkan surat perintah dari Kadis Pengelola Pasar.
Ada kurang lebih 50 pedagang baik pedagang buah maupun pedagang makanan untuk melakukan pembongkaran, Surat pembongkaran sudah diberikan pada 14 april lalu, namun belum juga dibongkar, maka dilakukan ekskusi pada Jumat kemarin, ujar Kadis Pengelola Pasar Banyuasin kepada wartawan (1/5).
Sekitar 50 pedagang yang lapaknya dibongkar oleh pihak pasar nantinya akan dipindahkan kelokasi lapak yang sudah selesai dibangun dan untuk pedagang buah akan dipindahkan ketempat lain yang tempatnya segera dibangun.
” Sengaja kita melakukan pembongkaran karena lapak yang kita bangun sudah selesai dan sudah waktunya pedagang menempati, mengingat bulan suci ramadhan sudah dekat.” imbuh Drs. M. Yusuf.
Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Banyuasin, menambahkan, lapak yang dibongkar oleh petugasnya merupakan kios manisan dan buah serta pedagang pecah belah.
Kios pedagang yang kita bongkar pada hari ini berjumlah 6 manisan dan 8 kios buah. Yang terdaftar di data pasar pangkalan balai.
Ditegaskannya, sebelumnya pihaknya sudah memberikan surat perintah pembongkaran kepada para pedagang pada (14/04) lalu, namun belum dilakukan.
“Sebenarnya pembongkaran pada hari ini hanya merupakan bentuk ketegasan kami sebagai pengelola, sebab kami sebelumnya sudah perintahkan untuk membongkar sendiri, namun sampai sekarang belum dibongkar. Maka kami terpaksa turun tangan”tegasnya.
Masih kata dia, untuk pedagang yang lapak dan kiosnya yang dibongkar jangan takut kehilangan tempat, pihaknya tetap memberikan hak para pedagang.
“Jangan takut kehilangan tempat, Insyah allah pedagang yang digusur tidak hilang haknya. Dan yang tetap membandel akan kita tertibkan”ujarnya.
Sementara itu, salah satu pedgang yang tidak mau disebutkan namanya ketika ditanya terkait pembongkaran lapaknya, mengaku pasrah apa yang dilakukan oleh pihak pengelola pasar.
“Ya mau bagaimana lagi, memang sebelumnya kami sudah diperintahkan untuk membongkar, namun belum kami bongkar. Tapi kami sudah siap kalau pembongkaran dilakukan. Jualan kami sudah kami angkut kerumah”jelasnya.
Lain halnya, Ida (33) Pedagang sayuran terkait pembongkaran yang dilakukan oleh pihak pasar, dirinya mengaku senang sebab jalan kembali bisa dilalui dan dagngannya tidak lagi sepi.
“Ya senang sekali kalau lapak di tengah jalan ini dibongkar, sebab selain memperlancar lalulintas, kami para pedagang di lapak dalam ini akan laris dagangannya. Tidak lagi menjerit seperti dulu”ujarnya.
Ditambahkannya, pedagang yang berada di tengah jalan tersebut sebenarnya sudah memiliki lapak di dalam, namun tetap berjualan diluar.
“Mereka itu sebenarnya sudah ada lapak di dalam (bangunan tahun 2015) namun merek tetap berjualan diluar dengan alasan tidak ada pembeli”,cetusnya.
(waluyo)

