Halosumsel.com-

TNI dalam hal ini Kodim 0414 Blt sedang membangun desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Belitung.Sabtu 30/4/2016
Kegiatan pembangunan ini difokuskan pada pembangunan infrastruktur berupa jalan penghubung antar Desa Cerucuk Kecamatan Badau Kab Belitung dengan Desa Mampiuk,guna mempercepat dan memudahkan pengangkutan hasil bumi dari desa setempat.
Pembangunan jalan  ini mendapat perkuatan dari peserta Latsitardanus XXXVI yang baru bergabung 3 hari yang lalu di Kab Balitung.

Pembangunan  fisik jalan dan gorong gorong serta pembangunan jembatan ini berada di wilayah Koramil 414-01/Tanjung pandan dibawah pimpinan Kapten Czi Tabrani yang pelaksanaannya sampai dengan tanggal 30 April 2016
Pekerjaan pembuatan jalan, jembatan dan pembuatan gorong saat ini sudah berjalan 14 hari. Dimulai dari tanggal 11 sampai dengan 26 April dan dilanjutkan pelaksanaannya mulai tanggal 27 April sampai dengan 20 Mei dengan melibatkan Peserta Latsitardanus XXXVI. Pekerjaan pembuatan jalan sepanjang 2.5 km saat ini sudah mencapai  56%. Peralatan berat sedang bekerja untuk membuat talud dan perataan serta merapikan jalan  yang berjarak 2.5km, sedangkan pembangunan jembatan sekarang sudah sampai pemasangan gelagar, skur bawah dan matrial dengan pengerjaannya sudah mencapai 60%.
Adapun pembangunan Gorong-gorong disiapkan matrial gorong2 sebanyak 21 bis dan batu 3 track sudah siap dipasang dengan kondisi mencapai 35% dalam proses pengerjaannya.
Anggota yang terlibat dalam pembangunan 19 orang prajurit dan 30 orang  masyarakat desa setempat  yang terbagi dalam tiga sasaran yaitu jalan, gorong-gorong dan jembatan.
Kegiatan pembangunan jalan, jembatan

dan gorong-gorong ini juga di dukung dari peserta Latsitardanus sebanyak  64 orang taruna  dan taruni (8 orang)yang terlibat secara langsung dilapangan.
Darmo salah satu anggota BPD bagian keagamaan dan pak holik anggota BPD bagian kemasyarakatan menyampaikan atas nama masyarakat “Kami sangat bangga terhadap TNI, taruna dan taruni yang telah bekerja bersama dengan masyarakat  membangun desa ini. Apalagi keramahan para peserta Latsitardanus yang tidak membeda-bedakan diantara masyarakat Belitung dalam pergaulan sehari-hari”.tandasnya (rilis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *