Halosumsel.com-
Meski sudah menjadi salah satu kabupaten yang maju di Sumatera Selatan, Musi Banyuasin tetap membutuhkan percepatan pembangunan demi mengejar kemajuan di tingkat yang lebih tinggi.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dodi Reza Alex, sebagai putra daerah, merasa terpanggil untuk melakukan percepatan tersebut. Dirinya teguh mencalonkan diri sebagai Bupati Kabupaten Musi Banyuasin pada pemilihan kepala daerah 2017 mendatang.
Dodi mengungkapkan bahwa dirinya telah memiliki cetak biru percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Muba sejak bertahun-tahun lalu. Bila dirinya diberi amanah oleh masyarakat untuk memimpin Muba nantinya, dirinya akan fokus membangun infrastruktur dasar hanya dalam waktu dua tahun.
“Ada tiga hal yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat, yang berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari. Infrastruktur jalan, listrik, dan air bersih,” ungkapnya beberapa waktu lalu
Dirinya menjelaskan, Muba merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam dan manusia yang potensinya masih bisa lebih maksimal dan optimal agar Muba kembali menjadi kabupaten terdepan di tanah air, selepas beberapa tahun lalu saat pembangunan Muba sangat pesat dalam penyelenggaraan PON 2004.
Infrastruktur jalan, tuturnya harus ditingkatkan. Mulai dari skala terkecil yakni jalan yang menghubungkan antardesa, hingga ke jalan yang menghubungkan Muba dengan kabupaten lainnya untuk memperkuat poros pergerakan perekonomian dari perkebunan dan pertanian.
“Ini fokus utama pembangunan yang saya tawarkan kepada masyarakat. Pembangunan secara paripurna, terintegrasi, dan menyeluruh jangan sebagian-sebagian. Jangan jalan di daerah satu bagus, di kawasan lain jelek. Ini pun akan memudahkan akses transportasi yang memancing investasi dari luar,” ungkapnya.
Fokus kedua yakni elektrifikasi. SDA untuk menghasilkan listrik banyak tersedia di Muba. Namun sayangnya, saat ini penyaluran yang berasal gardu listrik dan Suplai jaringan belum berfungsi optimal. Bukan hanya elektrifikasi harus 100 persen, namun juga harus berkesinambungan jangan ada yang byar-pet.
Yang ketiga yakni air bersih, dirinya memprogramkan suplai air bersih bisa masuk ke pelosok desa bahkan di daerah perairan. Dirinya pun telah belajar dari pengalamannya bergelut di parlemen selama 6-7 tahun ini untuk mengoptimalkan ketiga hal tersebut.
“Ketiga kebutuhan masyarakat tadi kita lengkapi dengan hal lain seperti pengembangan pertanian dan perkebunan. Bagaimana meningkatkan kualitas hasil perkebunan dan pertanian serta meningkatkan produksinya,” tuturnya.
Selepas dua tahun membangun infastruktur dasar, baru menggenjot investasi yang bisa dengan mudah memancing investor karena infrastruktur telah tersedia. Dirinya pun mengaku telah berbincang dengan Menteri Perindustrian dan Badan Penanaman Modal pusat untuk hilirisasi perkebunan, utamanya karet untuk meningkatkan nilai produksi petani.
Saat ini petani karet sangat tercekik. Boro-boro untung, mereka justru terus-menerus berutang. Saya telah merencanakan meningkatkan produksi perkebunan, khususnya karet, dan meningkatkan kualitasnya. Mengeksplorasi teknologi tepat guna untuk mendukung semua itu, serta menambahkan nilai jual dengan hilirisasi dengan membangun pabrik produk karet menjadi barang setengah jadi serta barang jadi,” jelasnya.
Menyempurnakan pembangunan infrastruktur dasar tersebut, program tersebut harus dibarengi dengan program yang sudah ada seperti pendidikan dan kesehatan gratis. Dirinya merencakan menjadikan program pendidikan dan kesehatan gratis ini menjadi lebih berkualitas.
“Kalau ini berjalan dengan baik, saat saya diberi amanah, dalam dua tahun akan mendapatkan hasil yang baik,” tukasnya.(sofuan)

