Halosumsel-

Kurang beruntung dialami petani buah duku di Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Bagaimana tidak, 50 persen buah duku yang matang di pohon kondisinya pecah diakibatkan perubahan cuaca yang tak menentu.

Yahya (47), salah satu pemilik kebun mengatakan, panen kali ini bisa dikatakan merugi, pasalnya buah yang dimilikinya tidak layak jual karena kondisinya yang pecah saat masih di atas pohon.

“Dari mulai matang kita sudah rawat, di jaga setiap malam takutnya ada hama, baik itu hama binatang maupun maling, namun saat buah matang, kondisi cuaca sempat hujan beberapa hari setelah sebelumnya cuaca panas saat musim berbuah. Ini yang mengakibatkan buah yang sudah siap panen pecah kulitnya. Kondisi ini dialami hampir seluruh pemilik kebun. Buah seperti ini tidak layak dijual,” ujarnya, Minggu (18/2).

Kalau tidak pecah lanjut Yahya, per kilogram duku ditingkat petani harganya Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu. Tetapi karena kondisi buah seperti sekarang ini, tidak ada harga.

“Seharusnya satu batang kami bisa mendapatkan uang sekitar Rp 2 juta dengan rata rata 500 Kilogram per batang. Dengan kondisi seperti ini harapan dapat uang sudah tak mungkin,” tukasnya.

Tidak hanya para petani, tengkulak yang biasanya datang membeli dengan cara memborong buah yang belum matang dari petani, lebih merasakan kerugian akibat kondisi cuaca yang berubah. Mereka yang sudah membeli buah muda dan tinggal menunggu masa panen, kecewa saat mengetahui kondisi buah yang tidak normal.

“Entah gimana nanti, buahnya seperti ini, pasti rugi. Kalau mau dijual ke pasaran pun harganya harus tinggi. Pembeli pasti tidak mau dengan harga yang tinggi,” ujar Mang Cek, warga Komering yang sudah sering membeli duku di Desa Pelajau dan sekitarnya.

Biasanya, lanjut Mang Cek, dirinya membeli buah yang masih muda, selanjutnya pada saat buah hampir matang ia tinggal memanen dan langsung dibawa ke kota untuk dijual. “Kalau di pasaran saat ini harga lumayan tinggi,  Tapi kalau begini repot jualnya,” keluhnya.(Ti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *