Halosumsel.com-
Menindaklanjuti menjamurnya premanisme dan pemalakan yang sering meresahkan sopir dan warga kota Palembang, dengan langkah cepat Jajaran Reskrim Unit Pidana Umum (Pidum) Polresta Palembang turun dengan melakukan penyamaran secara langsung. Alhasil, empat diantaranya tertangkap tangan membawa senjata tajam jenis pisau cap garpu dan celurit. Tak ayal, keempat pemuda inipun digelandang petugas untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Alamsyah (35) warga Jalan Ki Balqi Lorong Banten VI Kelurahan 16 Ulu, Darman (43) warga Jalan Banten VI Kelurahan 16 Ulu, Muhammad Doni (24) warga Jalan Sido Ing Lautan Lorong Palang Merah Kelurahan 35 Ilir dan Indra (27) warga Jalan KH Azhari Lorong Palapa Kelurahan 3-4 Ulu harus merasakan dinginnya lantai sel tahanan Polresta Palembang, Rabu (10/8) kemarin.

“Ya, awalnya kami menerima informasi kalau terjadinya penyekapan dan penyerangan di kawasan Banten. Lalu, anggota kami menyebar sehingga diketahui dua dari rekannya ini terlibat aksi tersebut. Ketika kita geledah, ternyata mereka (tersangka Darman dan Alamsyah_red) membawa senjata tajam jenis pisau cap garpu dan celurit. Kini kami masih terus mendalami keterangannya. Karena disinyalir tersangka ini terlibat aksi lainnya. Kami menghimbau, jika ada warga setempat yang pernah dirugikan mereka atau pernah disekap dan dianiaya, silakan lapor ke Polresta. Jangan pernah takut untuk mengadu ke anggota kami,” jelas Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SIk MH saat press rilise di Polresta Palembang, Kamis (11/8) siang.

Dikatakan Maruly, kedua tersangka ini sebelumnya pernah terlibat aksi penyekapan, namun untuk saat ini penyidik hanya menjerat mereka dengan Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

“Sembari melengkapi berkas kepemilikan senjata tajam, kami akan terus mengembangkan kasus mereka, siapa tahu mereka terlibat aksi kejahatan lainnya,” tandas Mantan Kasat Reserse Narkoba Polresta ini.

Lebih jauh, ayah dua anak ini menjabarkan pada tersangka Muhammad Doni dan Indra ditangkap saat menjalankan aksi pemalakan di Jalan Palembang Darussalam tepatnya sekitaran Nusa Indah bawah Ampera Palembang.

“Berangkat dari atensi bapak Kapolda, kami langsung terjun ke lokasi guna melakukan penyamaran. Keruan saja, mereka saat mengetahui anggota polisi, mencoba kabur. Beruntung, anggota kita sigap sehingga berhasil mengamankannya berikut barang bukti senjata tajam jenis pisau cap garpu dibalik pinggangnya masing-masing. Kini mereka sedang menjalani pemeriksaan penyidik,” tutup bapak berpangkat melati satu ini. (agustin selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *