Halosumsel-
Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dibawah kepemimpinan Muhammad Akbar Alfaro sudah menjalankan beberapa program untuk mencetak sebanyak- banyaknya pengusaha di Sumsel Salah satu program unggulan nya dengan mencetak setiap tahun seribu pengusaha dari segala bidang yang ada
Dikatakan M Akbar Alfaro,” trend untuk pengushan mulai menggeliat di kota Palembang sejak Tahun 2007, untuk itu Kita (HIPMI Sumsel-red) mempunyai target dalam satu tahun mencetak seribu pengusaha baru,” ungkap Ketua Umum Hipmi Provinsi Sumsel Muhammad Akbar Alfaro, Kamis (23/3) Palembang
Menurut pria yang akrab disapa Gerry ini, memang tak mudah untuk mewujudkannya, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi pertama dengan mengubah mindset generasi mudah, yang mana dulu ditanamkan untuk menjadi karyawan, PNS dan bekerja dengan gaji yang cukup tanpa mengambil resiko apapun, kedua masalah permodala untuk memulai usaha harus mempunyai modal yang cukup, ketiga harus berani mengambil resiko, namun Gerry optimis mencapai target itu dengan program menggeber pertumbuhan pengusaha baru di Sumsel. Untuk memacu usaha baru, pihaknya akan melakukannya dengan cara mendorong kredit tanpa agunan untuk pengusaha yang masih membutuhkan modal tambahan.
“Karena rata-rata kendalanya itu dipermodalan. Untuk itu lewat program kredit tanpa agunan ini, kita harap dapat mewujudkan dalam mencetak seribu pengusaha baru. Jadi jangan sampai batal untuk usaha,saat ini untuk semenrtara kita akan memberikan modal belkerjasama dengan Bank Mandiri berkisaran 5-10 juta untuk modal awal saya pikir cukup” jelas pria yang akrab disapa Gerry ini.
Selain itu, lanjut Gerry, pihaknya juga tengah menjalankan Hipmi Perguruan Tinggi (PT). Itu dilakukan juga untuk memicu pengusaha di kalangan mahasiswa. Bahkan, kedepan direncanakan juga tak hanya memicu pengusaha di kalangan kampus, melainkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di Sumsel.ini sudah beberapa kali kito lakukan sosialisasi atau memberi motivasi kekalangan mahasiwa,dan sudah melakukan kerjasama dengan beberapa Universitas di Sumsel,” ungkapnya
.
Ditambahjan Gerry,” untuk kredit tanpa agunan sendiri pihaknya sudah menjalankannya di beberapa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah menjadi anggota. Pelaku usaha ini pun didorong dengan pengusaha-pengusaha lain sebagai mitra, sehingga usahanya bisa berkembang.
“Bagi yang saat ini ingin bergabung untuk menjadi pengusaha, punya tekad yang kuat bisa bergabung dengan Hipmi tidak ada proses administrasi dan klasifikasi usaha yang rumit, semua bisa berwirausaha dengan bidang masing-masing asal bisa punya tekad yang kuat, dan kemauan,” imbuhnya
Dirinya juga berpesan, jangan pernah ragu untuk berwirausaha, sebab sangat menyenangkan jika gigih dilakukan. Tidak pusing dengan jadwal dan rutinitas seperti pegawai, dengan menjadi pengusaha bisa memanajemenkan diri maupun usaha yang akan digeluti.
“Terpenting adalah mau belajar dan jangan pernah ragu untuk memulai usaha,” pungkasnya. (sofuan)

