Palembang, HS-
Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengungkapkan keinginannya agar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumsel dapat segera mendirikan Sekolah Tinggi. Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi sejumlah pengurus ISNU Kota Palembang, di Griya Agung Jumat (26/1).
Menurut mantan Bupati OKU Timur dua periode itu pendirian Sekolah Tinggi menjadi target besar periode kedua kepengurusan ISNU Sumsel. Bila memungkinkan pada saatnya nanti ia bahkan ingin sekolah tersebut dapat menjadi universitas.
Pada pelantikan Ketua ISNU Palembang Februari mendatang ia juga meminta semua pengurus ISNU seluruh kabupaten/kota yang datang juga menggelar diskusi terkait percepatan pembangunan sekolah tinggi. “Bila perlu langsung tentukan berapa Prodi yang akan dibuat dan jurusannya apa saja. Apapun jurusannya yang penting paling diminati, misalnya bidang komputer dan lainnya,” ujar Herman Deru.
Pendirian ini diakuinya memang masuk prioritas utama karena ia tak ingin gerakan ini terlupakan. Apalagi target ini sudah ditunggu-tunggu oleh ISNU di kabupaten dan kota. Adanya sekolah ini diharapkannya dapat menjadi identitas ISNU sebagai kumpulan kaum intelektual.
Tak hanya soal mendirikan sekolah tinggi, pada kesempatan audiensi itu ia juga meminta ISNU Palembang mulai action menyentuh kaum marginal yang menjadi sasaran utama bantuan mereka. Langkah konkretnya kata HD bisa dengan melakukan bedah rumah bagi masyarakat tak mampu dengan persyaratan yang tidak rumit.
“Kerjasamakan dengan Pemprov atau Baznas, buat bedah rumah satu di Seberang Ulu dan satu lagi di Seberang Ilir. Tidak perlu mewah tapi layak dan yang penting syaratnya gampang, jangan rumit,” pintanya.
Meski sederhana dia meyakini cara ini dapat menjadi stimulan bagi organisasi lainnya. Gerakan ini sekaligus menjadi tanda bahwa ISNU adalah organisasi yang terus bergerak, action dan tidak diam.
“Kebanyakan organisasi itu ramainya pas Muktamar, Muswil atau Musda saja. Habis itu tidak kelihatan. Nah ISNU jangan seperti itu harus terus bergerak lakukan sesuatu untuk membantu masyarakat,” tegasnya.
Tak sebatas itu saja, kamu intelektual ini juga menurutnya harus bisa menggerakkan ekonomi di lapangan terutama bagi pelaku usaha kecil menengah. (humas)

