PALEMBANG,Halosumsel.co.id-
Gubernur Provinsi Sumater Selatan (Sumsel), Herman Deru menyanjung keberagaman suku agama dan ras. Dengan keberagaman itu, menjadikan alat pemersatu menjadi kebersamaan yang kuat. Hal tersebut disampaikannya saat menerima silahturahmi rombongan dari organisasi keagamaan Huriah Kristen Batak Protestan (HKBP) di Griya Agung, Selasa (15/1).
Diceritakannya, meskipun sejak kecil Herman Deru taat menganut agama Islam, sejak kecil ia telah diajarkan oleh kedua orang tuanya untuk saling menghormati agama lain. Bahkan di kampungnya dahulu, dalam kesehariannya ia biasa bergaul dengan warga-warga non muslim.
“Beberapa kilo dari desa saya itu ada kampung Bali namanya Nusa Bali, temen-temen saya namanya Made, Wayan, Oke, Gede, Nyoman. Di depan rumah saya juga terdapat gereja Belanda tiap kecil melihat romo-romo Belanda menaiki motor Norton kalau berdiri di pinggir jalan sering menyapa,” ungkapnya.
Sebagai kepala daerah, Herman Deru memimpin semua masyarakatnya dari semua agama yang ada. Baik itu, Islam, Katolik Kristen dan Buddha. Tak membeda-bedakan. Oleh sebab itu, di Sumsel tidak terjadi pernah terjadi konflik antar suku dan agama, itu menjadi parameter kerukunan semua agama.
“Jangan ragu tentang kebersamaan ini, yang tidak boleh itu yang tidak ada agama, dan kita Juga jangan mencampurkan politik dengan agama, namun agama boleh berpolitik silahkan,” ujarnya.
Sementara itu pemimpin (HKBP) Huriah Kristen Batak Protestan SeDunia Pendeta. DR Darwin Lumban Tobing mengatakan bahwa ia meminta kepada pimpinan HKBP yang ada di Sumsel agar turut serta mendukung dan membantu atas apa yang sedang dikerjakan oleh pemerintah.
“Kita yakin dan percaya namanya agama itu melakukan hal-hal baik, serta alam dan tentunya berkenan keyakinan tuhan,” ungkap Darwin.
Lanjutnya ia mengatakan bahwa hal ini merupakan indikasi ada perhatian yang bisa dilakukan para Jamaat HKBP di Sumsel dan mereka siap mengulurkan tangan serta dapat bekerjasama membantu serta partisipasi dalam kehidupan secara umum dan gereja
“Secara khusus melayani masyarakat sebagai gubernur dan dapat melakukan kerjasama Partisipasi perhatian dalam membenahi gereja di Sumsel,” tutupnya. (Sofuan)

