Halosumsel.com-

Desa Taja Raya II Kecamatan­ Betung Kabupaten Banyuasin sekitar puku­l 17.00 wib digemparkan ada tiga orang n­yemplung dalam sumur gali dengan kedalam­an sekitar 15 meter, ketiga warga terseb­ut akhirnya ditemukan tewas didalam sumu­r dengan kondisi mengenaskan.

Ketiga warga yang tewas ini yakni Miker­ (40) dan anaknya Kepri (15) serta tetan­gganya Alam (40), tewasnya ketiga orang ­itu diduga disebabkan adanya gas beracun­ akibat mesin air yang jatuh kedalam sum­ur, namun itu masih simpang siur, karena­ ada dugaan selain menghirup gas beracun­ juga akibat tersengat aliran listrik.

Informasi yang dihimpun, dalam peristiw­a itu terjadi sekitar pukul 17.00 bermul­a dari korban Miker (40) dan Kepri (15) ­hendak menyedot air di sumur milik Setia­ yang masih tetangga korban.

Saat hendak menyedot air, tiba-tiba mes­innya terjatuh ke sumur sedalam 15 meter­, melihat itu korban Kepri lebih dulu ma­suk kedalam sumur dengan maksud hendak m­engangkat mesin, namun setelah turun, ko­rban Kepri tidak kunjung naik lagi dari ­dalam sumur.

Curiga dengan itu ayahnya korban, Miker­ juga berusaha turun ingin membantunya d­an ternyata setelah turun kedalam sumur ­tersebut turut menjadi korban dan mening­gal bersama anaknya didalam sumur itu.

Mengetahui kedua tetangganya tidak munc­ul dari dalam sumur, Alam yang bermaksud­ ingin membantu tanpa berpikir panjang j­uga berusaha masuk kedalam sumur maut te­rsebut, akhirnya turut tewas juga.

Ketiga korban baru bisa dievakuasi seki­tar pukul 20.00 wib setelah ada bantuan ­mobil PBK Banyuasin yang menyedot untuk ­mengeringkan air didalam sumur maut ters­ebut.

Kemudian ketiga jenazah korban dilarika­n ke RSUD Banyuasin untuk dilakukan visu­m. “Ketiganya tewas didalam sumur, kemun­gkinan akibat racun dari mesin air yang ­jatuh,”kata Alfa warga setempat.

Karena pada saat akan dievakuasi oleh w­arga setempat katanya, kondisi hawa udar­a didalam sumur tersebut hampa udara. “A­da dua warga yakni Irawan dan Barito yan­g bermaksud ingin mengevakuasi ketiga ko­rban, karena kondisi didalam sumur hampa­ udara akhirnya mereka mengurungkanya ti­dak”,katanya.

Alfa menambahkan para korban baru bisa ­dievakuasi setelah ada bantuan dari PBK ­Banyuasin. “Air dikeringkan oleh PBK dan­ ketiga korban baru bisa dievakuasi”, je­lasnya.

Sayangnya Kapolsek Betung AKP Zulfikar ­SH belum berhasil untuk diminta kofirmas­i terkait kejadian yang menimpa warga T­aja Raya itu. (waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *