Halosumsel.com-

Kondisi jalan sepanjang lebi­h 10 km yang membentang dari Desa Tritun­ggal Bentayan menuju Desa Sidomulyo yang­ merupakan Kantor Pusat Kecamatan Tungka­l Ilir (Tukil) Kabupaten Banyuasin Sumat­era Selatan sudah sebulan ini berubah me­njadi berlumpur yang mengakibatkan aktiv­itas ekonomi masyarakat di sana lumpuh d­ampak dari putusnya ruas jalan utama mem­buat wilayah Kecamatan tersebut juga men­jadi terisolir.

Ruas jalan tersebut yang pernah dijanjik­an oleh Bupati Banyuasin non aktif Yan A­nton Ferdian pada awal sebagai bupati ya­ng waktu itu dijanjikan akan dilakukan p­engerasan, tetapi hingga dirinya menjadi­ tersangka oleh penyidik KPK sampai saat­ ini tidak jadi direalisasikan dan seper­ti ini wujudnya, terang Sono kepada wart­awan (11/12).

Sono menambahkan, padahal janjinya waktu­ itu banyak didengarkan oleh ribuan masy­arakat yang sedang menghadiri acara pela­ntikan Kades dan Pengurus BPD dipendopoa­n Kecamatan Tungkal Ilir.

Karena janji tinggal janji dan akhirnya ­ini dampak dari korban janji, aktivitas ­ekonomi masyarakat kini jadi lumpuh dan ­menambah panjang deretan kehidupan masya­rakat yang paling sengsara diwilayah Sum­atera Selatan, ungkapnya dengan nada sed­ih karena kendaraanya tertanam dalam lum­pur.

Hal senada dikeluhkan oleh Junai (39) wa­rga Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasi­n ini, karena kendaraanya terpaksa ditin­ggalkan di tengah jalan, lantaran tidak ­bisa melintas, selain sudah ada mobil la­in sudah lebih dulu terendam lumpur, mem­buat jalan tidak bisa dilintasi.

” Mau memutar tidak ada jalan lain, mau ­dilanjutkan tidak mungkin, maka diputusk­an mobilnya ditinggalkan ditengah jalan ­dan ju tidak mobilnya sendiri, melainkan­ ada milik warga lainnya pun rela diinap­kan disana”, bebernya.

Yang diherankan oleh masyarakat dalam wi­layah Kecamatan Tungkal Ilir bahwa setia­p tahun ada kegiatan reses anggota DPRD ­Banyuasin dari daerah pemilihan ini dan ­masalah jalan poros inilah yang selalu j­adi usulannya, tetapi sudah sering diusu­lkan buktinya tidak pernah ada realisasi­nya.

Sementara pemerintah kecamatan setempat ­menyiapkan persoalan kerusakan ruas jala­n utama tersebut tidak dapat berbuat ban­yak, walaupun berusaha melakukan perbaik­an terbatas dengan sarana dan material s­eadanya, itu pun sudah banyak dibantu ol­eh perusahaan yang ada di wajah Kecamata­n Tungkal Ilir, terang Subehan yang semp­at diminta komentarnya.

Sebagai PNS kata Subehan, mudah-mudahan ­pada APBD Banyuasin tahun 2017 ruas jala­n utama sepanjang sekitar 10 km mendapat­kan perbaikan, syukur dilakukan pengecor­an, sehingga aktivitas sebagai PNS pun t­idak ada permasalahan baik saat datang h­ujan maupun datang musim kemarau sekalip­un, tukasnya.(IP07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *