Halosumsel.com-Tiada rotan akar pun jadi, pepatah ini patut bagi Yanto (36) yang mengaku dirinya sebagai warga Sembawa Kabupaten Banyuasin kepada media ini (20/7) saat mengambil air dialiran galian untuk kepentingan MCK keluarganya.” Kalau mengambil airnya disini pada pagi hari itu untuk minum dan memasak, tetapi kalau sudah siang begini hanya untuk mandi dan mencuci”, jelasnya.
Bedanya kalau air pada pagi hari kata Yanto, airnya masih jernih sekali dan tidak bau tanah, namun kalau sudah siang menjelang sore begini airnya mulai terlihat keruh, sebab sudah banyak warga yang mengambilnya.
Dikatakan Yanto, didesanya belum ada aliran PDAM, kalau dulunya ada kabar sudah diusulkan akan ada air bersih dari PDAM, buktinya sampai saat ini juga malah hilang kabar itu.
” Sebenarnya kalau tidak ada warga yang mencari ikan, air dialiran galian ini tetap saja jernih, karena sering dijaring diambil ikanya maka airnya jadi berubah keruh dan berbau tanah”, imbuhnya.
Warga disini kata Yanto, kalau datang musim kemarau sering memanfaatkan air dialiran galian ini, karena stok air sumur gali pun mulai surut dan air sungai inilah yang jadi stoknya kebutuhan sehari-hari.
Kalau kemaraunya sampai lama yang datang mengambil dialiran ini ada dari desa Sungai Rengit dan warga dari desa-desa lain dan tempat ini menjadi ramai seperti pusat PDAM saja.
” Minta-minta kemarau tahun ini tidak sampai berbula-bulan seperti tahun lalu, kalau satu bulan masih ada kiriman hujan sekali dua tidak juga terlalu kesulitan mendapatkan air bersih”, harap Yanto sembari mengambil air dengan derikenya.(waluyo)

