Halosumsel.com-
Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan obat narkotika,
psikotropika dan bahan adiktif terlarang atau narkoba menjadi target
utama hampir di setiap instansi, termasuk Kodam II/Swj. Hal ini
dibuktikan dengan pemecatan prajurit TNI AD di Jajaran Kodam II/Swj yang
terlibat narkoba. Selain itu juga makin gencarnya sosialisasi bahaya
narkoba di setiap satuan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional
(BNN) Sumatera Selatan (Sumsel).
Kali ini, penyuluhan bahaya narkoba diberikan kepada 375 anggota
militer dan PNS Kesehatan Kodam (Kesdam) II/Swj serta mahasiswa Akper
Kesdam II/Swj di Aula Kesdam II/Swj, Senin (29/2). Penyuluhan bahaya
narkoba dengan tema Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan
Peredaran Gelap narkoba kepada Prajurit, PNS, Mahasiswa Akper Kesdam
II/Swj dilakukan oleh Kepala BNN Sumsel Brigjen Pol Drs. M. Iswandi
Hari.
Kepala Kesdam II/Swj Kolonel Ckm dr. R. Moch. Kukuh A.S, MARS mengatakan, penyalahgunaan dan peredaran Narkoba saat ini menjadi
masalah yang sangat memperhatinkan dan cenderung semakin meningkat.
Sasaran konsumen narkoba bukan lagi orang dewasa namun juga hingga kepada anak-anak, pelajar, mahasiswa bahkan tidak menutup kemungkinan
sudah masuk ke instansi Pemerintah, TNI Maupun Polri.“Kita harus selalu mewaspadai peredaran narkoba, jangan sampai korban penggunaan obat haram
ini terus meningkat,” kata dia.
Oleh karena itulah, Kolonel Ckm dr. R. Moch. Kukuh A.S, MARS menilai
narkoba sudah menjadi masalah bersama sehingga penanganannya memerlukan
keterlibatan berbagai unsur agar bersatu padu dan terintegrasi, untuk
melaksanakan strategi pencegahan, sehingga program pemberantasan
penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dapat terlaksana dan berhasil
dengan baik.
“Diharapkan kepada Prajurit, PNS, dan Mahasiswa Akper serta masyarakat
mampu dan bisa menolak tawaran setiap jenis Narkoba dari para bandar
atau pun dari teman teman,” harapnya.
Pada masa generasi produktif, sambung dia, juga sangat rentan dan cenderung mudah terpengaruh lingkungan maupun pergaulan. Sebagai benteng
atau penangkalnya salah satunya harus dibekali dengan ilmu pengetahuan
serta bimbingan dan arahan agar tercipta generasi mudah yang terbebas
dari bahaya penyalahgunaan Narkoba serta peredaran Narkoba. “Kita harus
selalu mengawasi pergaulan anak-anak kita, jangan sampai terlibat penyalahgunaan Narkoba,” pesannya.
Sementara itu, Kepala BNN Brigjen Pol Drs. M. Iswandi Hari mengaku
terus melakukan upaya pencegahan oknum terlibat Narkoba, salah satunya
dengan menggelar sosialisasi bahaya Narkoba kepada masyarakat.
“Kita juga sudah menyiapkan panti rehabilitasi jika ada yang berkeinginan untuk sembuhdari kecanduan meninggalkan Narkoba,” katanya.
Dia mengatakan, Narkoba merupakan Racun yang sangat mematikan. Bahaya
Narkoba juga bisa membuat orang menjadi Gila sehingga bisa menghancurkan masa depan. “Kita akan terus melakukan memberantas Narkoba karena
Narkoba akan menghancurkan generasi muda , “ jelasnya.
(sofuan/rilis)

