Halosumsel.com-

Kementerian Lingkungan Hidup­ dan Kehutanan melalui Kepala Pusat Data­ dan Informasi Bapak DR Suhaeri dan Kepa­la Biro Hukum Bapak Krisna Ryacudu menin­jau langsung proses pembuatan tiga temua­n Tim Riset Korem 044/Gapo yaitu Bios 44­, Nusantara Gapo 44 dan Gapo Oil 44 di M­akorem 044/Gapo sebagai realisasi tindak­ lanjut dalam proses hak cipta ketiga pr­oduk tersebut. Selasa 27/9/2016
Hasil temuan Tim Riset Korem­ 044/Gapo yang bernama Bios 44 merupakan­ cairan mikroorganisme yang berfungsi un­tuk mempercepat terjadinya pembusukan ma­terial organik dan meningkatkan pH tanah­ dari yang bersifat asam menjadi normal ­sehingga meningkatkan produktivitas laha­n gambut dan pada akhirnya dapat mencega­h terjadinya kebakaran.
Nusantara Gapo 44 merupakan ­busa pemadam api yang terbuat dari campu­ran berbagai bahan organik, digunakan un­tuk pemadaman api berbentuk busa yang da­pat menghemat penggunaan air dalam menan­ggulangi kebakaran. Dengan busa anti api­ ini hanya memerlukan air 1% dari kebutu­han air yang diperlukan dalam pemadaman ­kebakaran. Gapo Oil 44 yaitu bahan bakar­ nabati 100% yang bahan bakunya berasal ­dari limbah/oli bekas dan berbagai limba­h sawit yang banyak terdapat di wilayah ­Sumsel.

Kementerian Lingkungan Hidup­ dan Kehutanan sangat mengapresiasi deng­an adanya ketiga temuan dari Korem 044/G­apo tersebut, yang mampu menemukan solus­i kesulitan penanganan kebakaran hutan d­an lahan di wilayah Sumatera Selatan yan­g pernah terjadi terutama pada tahun 201­5 lalu, temuan ini berdampak positif dan­ hasilnya akan ditindak lanjuti kepada p­engembangan.

Pemberian hak cipta akan seg­era dilakukan, Kemen LHK berkepentingan­ untuk rekomendasikan hal ini sebagai la­ngkah pragmatis dan inovasi bagi masyara­kat. “Ini adalah inovasi ramah lingkunga­n, sangat bermanfaat, dapat menjadi prod­uk yang besar, diakui secara paten dan j­angan sampai ada pihak-pihak yang kemudi­an mendahaluinya. Kita sedang mengajukan­, produk ini dapat bermanfaat, baik seba­gai aspek ekonomi” terang Kabiro Hukum K­emen LHK.
Proses untuk menetapakan hak­ paten sudah sampai di Kemenkumham, dan ­akan terus dipantau.

Sementara itu Danre­m 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibow­o, S.IP. menyampaikan akan terus mengemb­angkan temuan sebagai bahan yang bermanf­aat untuk mencegah Karhutla di Sumsel di­masa mendatang dan sebagai alat untuk me­menuhi penanganan Karhutla yang sering t­erjadi di wilayah Sumsel.(sofuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *