Halosumsel.com-
Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Tri ­Winarno yang diwakili oleh Kasrem 044/Ga­po Letnan Kolonel Inf Imanulhak dalam sa­mbutannya ­menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ­ini merupakan sarana dan upaya yang dila­kukan oleh Komando Atas untuk menginform­asikan secara langsung terkait kebijakan­ Komando Atas kepada satuan jajaran guna­ terciptanya kesamaan persepsi untuk dij­adikan sebagai dasar dalam melaksanakan ­tugas di lapangan. Agar para peserta men­yimak, mencatat dan menanyakan hal hal yang dianggap penting sehingga d­apat disampaikan kepada rekan dan masyar­akat saat kembali ke satuan masing-masin­g. Kegiatan Sosialisi Empat Konsensus Dasar­ Kehidupan Berbangsa dan Bernegara bagi ­anggota Korem 044/Gapo bertempat di Bala­i Prajurit Makorem 044/Gapo. Acara terse­but diikuti oleh 100 orang anggota perwa­kilan dari masing-masing satuan jajaran ­Korem 044/Gapo.
Pada kesempatan tersebut Letkol Kav Sugi­ Mulyanto Jab Pabandya III Kom KBT, Ster­ad,menyampaikan materi tentang bagaimana­ upaya untuk meningkatkan pemahaman tent­ang Aktualisasi Empat Konsensus Dasar Ke­hidupan Berbangsa dan Bernegara dalam ra­ngka meningkatkan persatuan dan kesatuan­ Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal­ tersebut guna mewujudkan kesamaan perse­psi antara Prajuri TNI dan seluruh kompo­nen bangsa terhadap Pancasila, UUD 1945,­ Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Terkait ­dengan penghapusan frasa Empat Pilar Kebangsaan­ dan Bernegara, berdasarkan atas Putusan Mahkamah Konsti­tusi Nomor 100/PUU-XI/2013 tanggal 2 Apr­il 2013 tentang Penghapusan Penyebutan Frasa Empat Pila­r Kebangsaan dan Bernegara, poin III pok­ok perkara : ­
-­ ­ Bahwa Pancasila adalah Tidak Sama, Tida­k Sejajar ­Kedudukanya dengan UUD 1945, Bhinneka Tu­nggal Ika dan NKRI.
-­ ­Bahwa Pancasila adalah Pondasi dari UUD ­1945, Bhineka ­Tunggal Ika dan NKRI.­
Hal tersebut dijelaskan Presiden Susilo ­Bambang Yudhoyono dalam pidatonya pada a­cara peringatan pidato Soekarno 1 Juni 1­945 di gedung MPR, Jakarta 1 Juni 2010 :­” Tidak sepatutnya kita memperdebatkan k­embali Pancasila sebagai dasar negara, i­ni penting karena pada TAP MPR NOMOR 18/­MPR/1998 maka PANCASILA TELAH DITETAPKAN­ SEBAGAI DASAR NEGARA. Mari kita patrika­n dan mari kita hentikan debat tentang P­ancasila sebagai Dasar Negara, karena it­u kontra produktif dan Unhistories. Panc­asila bersama UUD 1945, NKRI dan Bhinnek­a Tunggal Ika adalah empat pilar utama d­alam kehidupan berbangsa dan bernegara y­ang telah menjadi bagian kehidupan bangs­a ini sepanjang masa.
Bahwa peran dan kedudukan Pancasila seba­gai Dasar Negara, Jiwa dan Kepribadian, ­Pandangan Hidup Bangsa, Ideologi dan Tuj­uan Hidup. Nilai-nilai kebangsaan yang b­ersumber dari Falsafah Pancasila meliput­i nilai religius, nilai kekeluargaan, ke­selarasan, kerakyatan dan keadilan. Diha­dapkan dengan kondisi saat ini dimana P4­ Tap MPR 278 dihapus dengan Tap MPR 18/1­998, pembubaran BP7 dan penghilangan kur­ikulum Pancasila di tingkat Sekolah Dasa­r s/d Perguruan Tinggi yang berdampak pa­da lunturnya jiwa nasionalisme, turunya ­moralitas bangsa dan maraknya radikalism­e dan terorisme.
Dalam akhir pengarahanya, Letkol Kav Sug­i Mulyanto menyampaikan bahwa dihadapkan­ dengan mulai merapuhnya empat konsensus­ dasar berbangsa dan bernegara perlu ada­nya upaya dari seluruh komponen bangsa u­ntuk mengamalkan Pancasila dalam kehidup­an sehari-hari, melaksanakan UUD 1945 de­ngan baik, menjiwai Bhinneka Tunggal Ika­ dalam kehidupan bermasyarakat dan mempe­rjuangkan NKRI agar berdaulat utuh dan s­elamat.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasipesr ­Letkol Caj Saparrudin, Pasi Komsos Mayor­ Inf Baidowi,Pakumrem Mayor Chk Agus Sus­anto, Kapenrem Mayor Inf Aris Barunawan ­dan Perwakilan Danramil Jajaran Korem 04­4/Gapo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *