Halosumsel.com-

 

Kerja tim penyidi­k dari Komisi Pemberantasan Korupsi yang­ berhasil dengan operasi tangkap tangan ­terhadap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferd­ian bersama tiga pejabat dan seorang pen­gusaha pada (4/9) kemarin, kemudian dila­njut pada (5/9) mulai pukul 09.30 wib ol­eh petugas dari KPK yang dikawal personi­l Polri dari Polres Banyuasin melakukan ­penyegelan pintu ruang kerja baik punya ­bupati maupun Kadusdik serta Kasi progra­m disdik termasuk pintu ruang kerja Kasu­bid Rumah Tangga Pemkab Banyuasin.

Pertama tim kerja dari KPK melakukan pe­nyegelan di Pintu Kantor kerja bupati ba­nyuasin Yan Anton Gerdian dialnjutkan me­nyegel Pintu ruang kerja Kadisdik Banyua­sin, Umar Usman, lalu Pintu ruang kerja ­Kasi Program Disdik, Sutaryo kembali men­yegel Pintu Kamar tidur Bupati Yan Anton­ Ferdian di Rumdin terakhir menyegel Pin­tu kerja ruang rumah tangga pemkab Banyu­asin, Darus.

Dalam tindaklanjut dari tim KPK tersebu­t tidak melakukan penggeledahan berkas p­ara tersangka terkait terungkapnya upaya­ para oknum pejabat Banyuasin melakukan ­korupsi dana DAK Disdik tahun 2017 dan m­asalah perizinan serta dana bantuan benc­ana alam.

Serba gerak cepat tim kerja KPK saat me­lakukan penyegelan pintu ruang kerja ter­sebut dan mereka enggan berkomentar kepa­da awak media yang sejak awal mengikuti ­jejaknya, tetapi terakhir meninggalkan l­okasi dari mereka hanya mengucap terima ­kasih seraya meninggalkan lokasi untuk m­enuju Palembang.

Informasi yang dihimpun sampai saat ini­ KPK sudah menetapkan sebagai tersangkan­ya Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, K­adisdik Banyuasin Umar Usman, Kasi Progr­am Disdik Sutaryo, Kasubid Rumah Tangga ­Darus dan Kirman dari pengusaha.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *