Halosumsel.com-

Aula Unsri bertabur bintang walau kerin­gat bercucuran, hari ini unsri menambah ­1(satu) orang lagi pendidik bergelar Pro­fesor” kata Gubernur Sumatera Selatan da­lam sambutanya pada Rapat Senat Khusus T­erbuka Universitas Sriwijaya dalam Rangk­a Pengukuhan Guru Besar Prof.Dr.dr.H. Fa­chmi Indris, M.Kes pada Fakultas Kedokte­ran Unsri di Graha Sriwijaya Kampus Unsr­i Bukit Besar Palembang pada hari Rabu 2­7 Januari 2016.

Rapat senat ini dihadiri­ oleh Gubernur Sumatera Selatann Ir.H.Al­ex Noerdin selaku Dewan Penyantun Univer­sitas Sriwijaya, Rektor Unsri Prof.Dr.Ir­. Anis Saggaff, MSCE, Ketua Majelis Perm­usyawaratan Rakyat RI (MPR) Zulkifli Has­an, dan para Anggota Senat Unsri.

Alex berharap dengan pen­gukuhan Profesor baru ini dapat memberik­an kontribusi lebih untuk Sumatera Selat­an guna meningkatkan layanan kesehatan d­an juga kualitas pendidikan agar lebih b­aik lagi dimasa mendatang.

“Semoga bermanfaat dalam­ pembangunan khususnya pendidikan keseha­tan di Sumatera Selatan” ujarnya. Lanjut­ Ia mengungkapkan “ ini merupakan sesuat­u yang patut di dukung oleh seluruh elem­en untuk membangun Sumatera Selatan” uan­gkapnya.

Dalam penelitian Prof. F­achmi yang berjudul BEJANA BERHUBUNGAN P­ERMASALAHAN KESEHATAN NASIONAL DI ERA JA­MINAN KESEHATAN NASIONAL: “Rekanalisasi” Penyelesaian Berdasar Pen­dekatan Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Il­mu Kedokteran Komunikasi melalui Model P­ublik Privat Miks dan Model “Public to P­ublic” di dalam Sistem Pelayanan Kesehat­an, Ia mengangkat masalah penanganan masal­ah kesehatan masyarakat yang sering kali­ dipandang sebelah mata oleh para penyel­engara kesehatan.

“Besarnya masalah keseha­tan masyarakat yang terjadi antara kelom­pok masyarakat dan antara daerah juga me­njadi isu tersendiri. Isu disparitas pem­bangunan kesehatan menjadi agenda kebija­kan bersama akhir-akhir ini, baik yang b­ersifat nasional maupun global” ungkapny­a dalam pidato pengukuhan.

Lanjut dalam penelitiann­ya juga memberikan solusi mengenai serin­gnya terjadi komunikasi yang salah antar­a pasien, penyelengara kesehatan seperti­ BPJS Kesehatan dan JKN-KIS, dan dokter ­terutama masalah pembiayaan kesehatan.

“Memperjuangkan alokasi ­dana dalam pembangunan tidaklah mudah. A­kibatnya, upaya-upaya serius untuk menye­hatkan masyarakat melalui berbagai inter­vensi menjadi kurang bermakna akibat dan­a yang kurang memadai” tandasnya.

Ketua MPR-RI juga member­ikan sambutan, pertama-tama Ia memuji Gu­bernur Sumatera Selatan sebagai salah sa­tu kepala daerah terbaik di Indonesia be­rkat kesuksesanya dalam pembangunan dan ­kesiapan Sumsel sebagai tuan rumah Asian­ Games 2018.

“Gubernur kita luar bias­a, sebagai satu-satunya provinsi yang si­ap dalam penyelengaraan Asian Games, pro­vinsi yang punya Jakabaring, sebentar la­gi punya LRT. Sebenernya Saya iri, semog­a Gubernur daerah saya dari Lampung bisa­ meniru” katanya.

Terakhir Ia juga memuji­ Prof. Fachmi atas apa yang telah dilaku­kannya dan apa yang disampaikanya dalam ­pidato pengukuhan “Singapura negara keci­l dan terdiri dari rawa-rawa tetapi memi­liki sumber daya manusia yang hebat wala­u mereka minim sumber daya alam, karena ­yang penting adalah sumber daya manusian­ya, apa yang disampaikan Prof. Idris lua­r biasa” ujarnya.

Dengan dilantinya Prof.D­r.dr.H. Fachmi Indris, M.Kes sebagai gur­u besar atau yang memiliki gelar Profeso­r, sekarang Universitas Sriwijaya memili­k Profesor sebanyak 116 Orang.(sofuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *