Halosumsel.com-
Ratusan Suku Anak Dalam (SAD) asal wilayah Provinsi Jambi saat ini mendapat pengawalan petugas Polantas ketika memasuki wilayah hukum lalulintas Sukamaju Polsek Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin.
S.A.D asal Jambi tersebut berangkat dalam hutan Jambi sejak awal Maret 2016 lalu dengan berjalan kaki tujuan ke Istana Kepresidenan di Jakarta tempatnya Jokowi berkantor.
Menurut pengakuan dari salah satu S.A.D Jambi itu ingin bertemu langsung Presiden RI Joko Widodo untuk mengadukan permasalahan habitatnya yang merupakan kawasan tempat kehidupan bersama keluarganya sudah habis digunduli oleh pihak perusahaan yang bekerjasama dengan oknum pemerintah setempat dijadikan perkebunan kelapa sawit.
Kami semula berangkat dari Jambi berjumlah lebih 300 jiwa dan dalam perjalanan selama ini keluarganya ada yang menderita sakit yang jumlahnya ada hampir 100 jiwa, sehingga yang meneruskan perjalananya ini masih lebih 200 jiwa.
Sampai di Istana kami tetap akan berjalan kaki dan perbekalan makanan seadanya ini kami dibawa pakai kendaraan dan tidak memiliki jadwal waktu harus cepat sampai, tetapi target kami harus tiba di Istana dan harus berjumpa langsung dengan Babak Presiden RI itu yang kami targetkan.
Ini sampai dimana, kami tidak mengenal nama kampungnya, tetapi kalau warga kami merasa ada yang kecapekan berjalan kami berusaha beristirahat terlebih dahulu, ujar kepala suku lainya.
S.A.D Jambi dalam rombongan ini selain membawa sepanduk, bendera juga terlihat beberapa baleho dengan berbagai tulisan yang intinya sebagai S.A.D Jambi kini sudah tidak punya tempat yang nyaman didalam hutan dan pihaknya ingin jurhat langsung dengan presiden, imbuhnya dengan menggunakan bahasa Indonesia yang terkadang kurang dapat dimengerti komunikasinya itu.
Anggota Satlantas Sukamaju Polsek Sungai Lilin Muba, Samusir didampingi anggotanya J Gultom memberikan pengawalan dalam perjalanan SAD Jambi disepanjang wilayah hukumnya dan seterusnya jika memasuki wilayah hukum lalulintas Banyuasin, pihaknya sudah dilepaskan.
Menurut J Gultom, rombongan itu terdiri kaum pria dan wanita juta ada remaja juga masih anak-anak, maka pengawalan perlu dilajukan, jelasnya.(walbro)

