Halosumsel.com-

Walaupun kontrol terhadap penerimaan calon taruna/taruni akmil semakin diperketat dengan melibatkan berbagai elemen untuk mengawasinya tap masih ada saja pihak yang mengaku bisa meluluskan calon menjadi anggota TNI dengan bayaran tertentu. Praktik percaloan inilah yang saat ini menjadi fokus pemberantasan Kodam II Sriwijaya hal ini disampaikan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson melalui Kepala Ajendam II Sriwijaya Kolonel CAJ Eko Waluyo saat memberikan pengarahan orang tua / wali calon taruna /taruni Akademi militer di Aula Ajendam II Sriwijaya Rabu (4/5) Palembang
Dijelaskan Kaajendam,”Itu jadi fokus Panglima TNI untuk diberantas. Ini menjadi sumber pelanggaran di TNI AD karena harus berutang pada calo. Yakinkan bahwa penerimaan prajurit tidak dipungut biaya, silahkan bapak /ibu laporkan jika ada oknum yang bisa membantu dalam seleksi penerimaan ini,” tegas Eko
“Ini kesalahan yang luar biasa dan pembayaran ini tidak ada hubungannya dengan lulus tidaknya prajurit, yang bisa meluluskan hanya anak-anak itu sendiri buka calo,” ungkapnya
Praktik gelap percaloaan ini memang terbilang menggiurkan. Dalam setahun, sedikitnya ada 3 kali proses penerimaan prajurit dari semua tingkatan mulai bintara, tamtama, perwira karir, hingga perwira. Angka untuk setiap tingkatan pun berbeda.

“Calo ini hanya menjaring. Kalau lulus bayar, kalau nggak lulus dikembalikan separuh mungkin. 3 kali penerimaan, 1 calon saja tamtama sekian juta bintara puluhan juta perwira bisa ratusan juta padahal calo ini menjaring sampai banyak. Tidak kerja sebenarnya, hanya monitor dia (calon) lulus. Dengan pura -pura sibuk menelpon sana sini ” jelasnya

Eko mengingatkan kepada seluruh orang tua /wali yang anaknya ingin ikut seleksi menjadi prajurit TNI untuk tidak menggunakan jasa calo. Sebab, yang menentukan lulus atau tidaknya bukan uang yang dibayarkan. Tapi, kondisi kesiapan anak itu sendiri.”tegasnya

“mereka hanya menjaring siapa yang mau daftar. Tidak ada kemampuan orang yang jadi calo mampu meluluskan. Kepanitiaan seleksi sangat ketat tidak mungkin ada intervensi. Mereka lulus karena memang mereka siap dan lolos dari semua tes,” lanjutnya

Dikatakan Eko,” tidak dipungut biaya sepeser apapun untuk menjadi calon pemimpin bangsa, selama empat tahun para taruna/taruni akan dididik semuanya ditanggung oleh negara, dari pendaftaran sampai lulus pendidikan,”imbuhnya
Setiap diberikan alokasi cukup terbatas, rasio penerimanaan Palembang sebanyak 196Calon taruna dan 29 Calon Taruni yang mengikuti seleksi, ” bebernya

Ka Ajendam,” kita pastikan penerimaan bersih dari calo, untuk para orang tua calon jangan percaya oknum atau orang yang mampu meloloskan anaknya dalam seleksi, untuk itu siapka saja anaknya,karena yang bisa meloloskan adalah dirinya sendiri dan tidak adak orang yang mampu meloloskan seleksi ini,”jelasnya

Dalam penentuan lulus apa tidaknya ditentukan disini tapi ditentuka oleh Pusat TNI, disini hanya menjadi pasilitator saja, jangan terpancing dengan orang-orang yang mampu meloloskan anaknya untuk menjadi tarunan” tegasnya

Sanksi sudah jelas bagi oknum TNI yang terlibat dalam pencaloan akan diberikan pemecatan tidak hormat,” tutupnya (sofuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *