Tanjung Enim,HS-

Pohon yang sangat rimbun ini diperkirakan berusia sekitar 30 tahun dan keberadaannya tepat di tengah keramaian Namun demikian tak satupun warga yang mau duduk atau sekedar ngobrol di bawahnya di saat malam hari.

Namun sebaliknya di saat pagi hingga menjelang sore masyarakat banyak yang melakukan aktivitas atau berjualan di bawah pohon ini karena letaknya di jalan lintas dan di wilayah pasar pagi Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Muara Enim ini.

Lantas apa yang menjadi sesuatu sangat menarik dari satu  pohon di namakan Albasia yang umur nya diperkirakan baru sekitar 30 tahun ini.

Saat menjelang maghrib semua orang merasa tak akan betah untuk.beraktifitas di bawah.pohon ini, ada sesuatu ungkap pak De Trino (62) penjual.bakso di pasar pagi Tanjung Enim (31/3/19).

Rimbun dahan dan cendrung rendah dimana bagian dahan.sudah banyak ysng mengarah ke rumah warga sekitar dengan.posisi letak sebagai penahan siring induk di tengah jalan maka makhluk dari alam lain merasa akan betah disaat malam urai pak De.. yang mengaku sangat sering.melihat banyak.penampakan di pohon.ini.

Ditemui H Sofyan.Hamid mengakui awal penanaman.Albasia ini lebih.mengutamakan.kepada pohon pelindung dan untuk istirahat atau parkir pada saat masyarakat sedang menunggu sambil berbelanja di pasar pagi (pasar lama) ini.

Saya menanam pohon ini.bersama warga lain sekitar 30 tahun.lalu dan sekarang.pohon.ini tumbuh besar dan cendrung membesar dengan dahannya yang mengarah ke beberapa rumah warga sangat rentan.jika di hantam angin.kencang setidaknya kabel listrik yang menempel di batang tersebut riskan.bahaya setrum.

Kalau berbicara masalah ada sesustu diatas pohon ini disaat malam.hari, saya tidak tahu pasti jelasnya.

Sementara Febra Juhartin (43) yang rumahnya tertutup oleh dahan.pohon Albasia ini mengaku sangat khawatir dengan semakin membesarnya pohon ini, selalipun sebagai pohon.pelindung di suang hari namun pohon.ini sangat mencekam jika di.malam hari, letaknya memang diseberang jalan tapi dahannya sudah menutup di bagian depan rumah ungkap wsrga jalan.Mutik Pasar Pagi Tamjung Enim.ini.

Hari ini saya melapor ke ketua RT setempat dan besok rencananya bersama warga lainnya akan menghadap.ke kantor Lurah untuk mengusulkan. pemangkasan atau penebangan pohon.ini karena khawatir di.musim angin yang sangat deras seperti terjadi beberapa hari ini.

Kita tak berharap batang ini roboh namun jika ini terjadi. dapat dipastikan.berapa rumah yang akan ikut rusak. terang Febra.

Di sisi lain keberadaan pohon ini pada saat malam hari membawa aroma tersendiri atau yang disebut orang-orang terkesan agak kanker padahal letaknya di tengah pasar namun percaya atau tidak pada saat malam hari tak satupun sebanyak manusia di padar pagi ini yang mau duduk di bawahnya.

Kita berharap agar pemerintah dan PT PLN yang awalnya berinisiatif ingin memangkas pohon pohon besar yang dilalui jaringan listrik dapat segera direalisasikan sehingga ada kenyamanan tersendiri bagi warga yang ada di sekitar sini jelasnya (jazzi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *