Halosumsel-
“Harus ada yang beda disini, manfaatkan saja semua fasilitas yang ada di Jakabaring. Untuk diketahui, dari 6 perguruan negeri dibawah Kementrian Pariwisata belum ada yang memiliki program study sport tourism. Kita harapkan dengan ini dapat mempengaruhi posisi Sumsel sebagai model sport tourism,” ungkapnya.
Hal ini disampaikan Menpar Arief Yahya usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Politeknik Pariwisata Palembang bersama Gubernur Sumsel Alex Noerdin, di Komplek Jakabaring Sport City Palembang, Rabu (31/5).
Lanjut Menpar Arief Yahya, Gedung Poltekpar Palembang akan dibangun sebanyak 25 gedung secara bertahap dan yang pertama ini adalah pembangunan gedung A dan D dengan jumlah mahasiswa tahun lalu 200 mahasiswa dan tahun ini ditingkatkan menjadi 400 mahasiswa. “Kita yakini ini akan menjadi Poltekpar terbaik di Indonesia, target tahun 2018 gedung sudah beroperasi,” ujar Arief Yahya.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa pembangunan gedung Poltekpar Palembang yang dibangun melalui dana APBN ini akan sangat luar biasa bagi kemajuan pariwisata Sumsel.
Menurut Alex, para mahasiswa Poltekpar Palembang tidak perlu khawatir tidak bekerja setelah lulus karena semua lulusan terserap 100 persen dan 30 persen diantaranya terserap di luar negeri.
“Untuk Asian Games nanti, para mahasiswa ini akan kita libatkan, karena sudah memiliki etika yang baik, sudah diajarkan cara berkominikasi yang baik dan yang terpenting semua sudah menguasai bahasa inggris,” terangnya.
Sementara, Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar RI, Ahman Sya mengatakan, gedung yang dibangun diatas lahan seluas 20.33 hektar tersebut, akan menjadi yang terbaik di Indonesia karena ini merupakan salah satu bentuk nyata sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah.
Dijelaskannya, melalui hibah lahan seluas 20 hektar yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumsel gedung kampus Poltekpar Palembang bisa dibangun.
“Kementrian Pariwisataan saat ini membangun Poltekpar di dua daerah yakni Palembang dan Lombok. Untuk Palembang saya akui selalu menjadi yang terdepan karna pembangunan Poltekpar Palembang berlangsung lebih cepat,” tandasnya.
(rilis)

