Halosusmel.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berupaya menciptakan kawasan hijau Sriwijaya di daerahnya. Untuk itu, Pemerintah Pusat memberikan kesempatan kepada tiga kabupaten di Sumsel sebagai pelopor penurunan rendah emisi di Sumsel.

Tiga daerah yang dipilih yakni Musi Rawas, Musi Banyuasin, dan Banyuasin. “Kami ingin merangkai inspirasi pembangunan hijau di sriwijaya,” kata Suyanto, Project Team Leader Penurunan Rendah Emisi Kementerian Lingkungan Hidup RI di Hotel Aryaduta, Selasa (16/6) Palembang

Hal itu guna membantu Pemprov Sumsel dalam meningkatkan kapasitas emisi di lingkungan daerah tersebut. Ketiga daerah itu membuat dokumentasi kawasannya dan membuat rencana berkelanjutan terhadap penurunan emisi.

Fokusnya, kata dia, setiap daerah lebih memperhatikan emisi agar rendah, dan menjaga fungsi DAS (daerah aliran sungai). “Tiap daerah akan melakukan aksi. Kami akan membantu dan memfasilitasi,” jelasnya

Pihaknya berharap setiap daerah yang terpilih akan membangun kawasan hijau. Kenapa hanya tiga kabupaten? Karena tiga daerah itu sebagai percontohan bagi daerah lain, pihaknya pun terbatas untuk waktu, tenaga dan dana.

“Penilaiannya juga berdasarkan DAS di hulu, tengah, dan hilir,” tukasnya. Pihaknya juga melakukan di beberapa provinsi lain, seperti di Papua, Kaltim, Jateng dan Jambi.

“Kami akan bawa hasilnya ke nasional dan mempelajarinya untuk direalisasikan ke daerah lain,” ungkapnya.

Lokasi pengukurannya dengan melihat kehijauan di hutan, DAS, ketinggian tingkat lalu lintas, dan sebagainya. Diakuinya, penurunan rendah emisi ini sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

“Emisi tiap waktunya pasti bertambah, tapi kita upayakan agar bisa diminimalisir,” terang Suyanto.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel Lukita Sari menuturkan, di Sumsel penurunan rendah emisi akan lebih diprioritaskan di sektor kehutanan, juga pertanian, perkebunan hingga kepadatan transportasi.

Namun saat ini terlihat transportasi sudah menggunakan emisi yang lebih baik seperti gas sebagai bahan bakar dan solar cell. “Di bidang pertanian juga sudah gunakan bibit tanaman yang berpengaruh baik untuk tanah,” terangnya

Dijelaskan lukita,” di Sumsel ada beberapa tahap rencana aksi, seperti di tiga daerah yang terpilih sudah terlihat beberapa kegiatan dalam penurunan emisi.

“Kita kerjasama juga di sektor industri dalam upaya mengurangi polusi,” tukasnya. Pihaknya juga meminta kepada tiap perusahaan agar tidak hanya memberikan data namun laporan berjangka terhadap limbah itu.

“Sejauh ini ada beberapa perusahaan yang tidak berikan laporan. Karenanya kami sekarang menggunakan sistem science smart agar lebih maksimal terakomodir,” tandasnya. (sofuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *