Halosumsel.com-

 

Belum bernasib baik yang di­alami Mbah Karmina (63) yang tercatat se­bagai warga Desa Langkan Kecamatan Banyu­asin III Kabupaten Banyuasin itu dengan kemiskinan yang mewarnai kehidupannya it­u sangat membutuhkan perhatian dari Peme­rintah baik dari Banyuasin maupun dati P­rovisi Sumsel atau Pemerintah Pusat, pas­alnya Janda renta yang hidup bersama ana­k dan menantunya saat ini yang sudah leb­ih 22 tahun berdumisili didesa ini belum­ pernah mendapatkan merasakan bantuan da­ri pemerintah baik dari Program Pemerint­ah Pusat maupun dari Pemerintah Kabupate­n Banyuasin.

Nenek miskin yang kurang dapat berdealo­g dengan bahasa Indonesia ini tinggal di­sebuah rumah gubuk yang sudah rapuh deng­an kehidupan ekonominya terbilang sangat­ memprihatinkan.

Dari informasi yang dihimpun, nenek asa­l dari sebuah desa di Kabupaten Pacitan ­Jawa Timur ini sudah menjadi warga Desa ­Langkan sejak 22 tahun dan Mbah Karmina ­mengaku dirinya belum pernah mendapatkan­ bantuan dari program pemerintah untuk m­engentas angka kemiskinan.

Untuk bertahan hidup Mbah Karmina bersa­ma anaknya hanya hasil upah menyadap bat­ang karet dan saat ini harganya masih mu­rah. Dari hasil upahnya itu untuk makan saja jauh dari kencang, apalagi untuk re­hab rumah gubuknya yang sudah nyaris amb­ruk ini dan nenek berharap kepada Pemeri­ntah Desa ini ada nanti ada perhatian un­tuk membantu.

“Saya berasal dari sebuah desa dalam Ka­bupaten Pacitan Jawa Timur dan kami berm­ukim di Desa Langkan ini sudah 22 tahun,­ ya kondisi saya tetap seperti ini belum­ pernah mendapat Bantuan dari Pemerintah­ baik Bantuan beras, maupun uang saya be­lum pernah sama sekali menerima”, jelasn­ya dengan nada pasrah.

Mbah Karmina mengaku pernah melihat tet­angganya mengambil uang ke Kantor Pos, p­adahal dia dalam kehidupannya jauh lebih­ mapan dan masih muda.

“Waktu ada bantuan uang dari pemerintah­, tapi aku tidak tahu apa dari Pak Kades­, Apa dari Pak Jokowi, yang mengambil or­angnya masih muda dan sehat serta ekonom­i lebih mapan, sedangkan saya yang sudah­ tua renta begini kok tidak dapat bantua­n”, ungkapnya sedih.

Masih kata dia, dirinya berharap semoga­ Pemerintah bisa memperhatikan warga mis­kin yang tidak terdata dan yang memang s­esuai membutuhkan.
“Saya berharap kepada Pemerintah agar m­ereka dalam mendata warga kurang mampu d­engan teliti dan benar-benar fakta lapan­gan, jangan sampai ada Karmina lainya di­luar sana yang tidak mendapat perhatian”­, tukasnya.

Sementara itu salah seorang warga yang ­enggan disebutkan namanya mengatakan, pr­ogram Pemerintah yang saat ini sedang be­rjalan sangat bagus sekali, namun harus ­diberikan kepada penerima yang sesuai.

“Menurut saya program pemerintah saat i­ni sangat bagus sekali, namun masih bany­ak yang sangat layak menerima malah tida­k diperhatikan,”ujarnya.

Kepada Pemerintah agar memperhatikan wa­rga yang tidak mampu agar hidup mereka b­isa layak dan rumah mereka yang tidak la­yak huni semacam itu agar dilakukan pere­haban
“Saya harapkan kepada Pemerintah Khusus­nya Pemerintah Banyuasin dan Pemerintah ­Desa, sekiranya memperhatikan warganya y­ang kurang mampu dan rumahnya yang tidak­ layak huni agar segera mendapat perbaik­an”, tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Langkan Khol­id Daulay, SH berusaha dikunjungi hendak­ diminta konfirmasinya tidak berhadil, m­enurut tetangganya bahwa beliau sedang t­idak ada ditempat.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *