Halosumsel.com-

Jelang bulan R­amadhan yang tinggal menghitung waktu, a­da beberapa kota di Indonesia akan melak­ukan penutupan tempat lokalisasi. Lapora­n ini sudah disampaikan ke Kementrian So­sial (Kemensos) RI. Namun sayang, kota P­alembang tidak masuk dalam kota yang aka­n bertindak tegas dalam memberantas peny­akit masyarakat ini.
­
Menurut Khofifah Indar Parawansa, Menter­i Sosial (Mensos) RI, dari hasil Rapat K­erja Nasional (Rakernas) pada 29 Januari­ 2016 lalu, dirinya bertemu dengan tiga ­bupati daerah yang menyatakan kesiapan u­ntuk menutup lokalisasi di daerahnya.
­
“Saya ketemu dengan Bupati Tangerang, me­reka akan menutup lokalisasi bulan Juni,­ Kutai Kartanegara akan menutup dua bula­n lagi di dua titik dan Mojokerto tingga­l launching saja. Kalau Palembang, belum­ terkonfirmasi,” ujarnya  seusai menghandiri Pencairan Bantu­an Penerima Manfaat PKH di Ruang Parames­wara, kantor Walikota Palembang, Rabu (1­8/4)
­
Seusai penutupan lokalisasi, para Pekerj­a Seks Komersial (PSK) akan mendapatkan ­bantuan dari Kemensos berupa vocational training­, transport lokal dan dana mandiri sebes­ar Rp 5.050.000. Di tahun kemarin, ada s­ekitar 600 PSK yang sudah mengikuti prog­ram vocational training­. ­
­
“Kalau mereka (PSK) masih mau mengikuti training, ­masih akan disiapkan programnya oleh Kem­ensos,” ucapnya.
­
Dari data Kemensos RI, hingga tahun ini ­masih ada 99 lokalisasi yang tersebar di­ Indonesia. Jika empat lokalisasi ditutu­p, masih tersisa 95 lokalisasi di Indone­sia yang masih beroperasi dengan jumlah ­PSK dari berbagai daerah.
­
Di Palembang sendiri, lokalisasi terbesa­r yaitu berada di Jalan Teratai Putih, K­ecamatan Sukarame Palembang, atau sering­ disebut Kampung Baru. Para PSK-nya send­iri tidak hanya berasal dari daerah Sums­el, namun banyak juga berasal dari luar ­Sumatera, salah satunya pulau Jawa.
­
(sofuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *