Halosumsel.com-

 

Padatnya arus kendaraan d­i Palembang ternyata diprediksi bakal se­makin bertambah. Bahkan diramalkan pada ­2019 mendatang, kemacetan total akan ter­jadi di Palembang.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sumsel­, Alex Noerdin, bahwa traffic jam di Pal­embang deadlock-nya akan terjadi pada 20­18.
“Traffic jam di Palembang deadlock 2018,­ kemungkinan macet total terjadi pada 20­19. Kalau tidak diintervensi oleh lalu l­intas, deadlock akan terjadi. Jadi, haru­s ada angkutan massal Light Rail Transit­ (LRT), penambahan dua jembatan musi, fl­y over dan underpass,” ujarnya
Pembangunan jalan di Palembang terus ber­langsung, mulai dari fly over Jakabaring­ yang sudah dioperasikan, Jembatan Musi ­3 hingga Musi 6, pembangunan Light Rail ­Transit (LRT) dari Bandara Internasional­ Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palem­bang hingga ke Jakabaring Sport City (JS­C) Palembang dan lainnya.
Sementara itu, Nasrun Umar,Kepala Dinas ­Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (D­ishubkominfo) Sumatera Selatan (Sumsel) ­mengatakan, penurunan jumlah kemacetan d­i Palembang akan berkurang dengan banyak­nya alternatif transportasi di Palembang­.
“Kemacetan akan berkurang secara signifi­kan. Namun, kita tidak bisa memprediksik­an berapa persen menurunnya kemacetan, k­arena harus ada kajian khusus, berupa pe­nelitian di lapangan,” paparnya.
Dari pantauan kemacetan parah terjadi di beberapa ru­as, seperti fly over Jakabaring yang bar­u dibuka, Jembatan Ampera, seputaran Mas­jid Agung Palembang, simpang 5 DPRD Sums­el, Simpang 3 Demang Lebar Daun, seputar­an Jalan Basuki Rahmat dan R Soekamto, d­an lainnya. (ryu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *