PALEMBANG, Halosumsel – Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, menegaskan kesiapan prajuritnya dalam mendukung pengamanan aset strategis PT Pertamina dan anak perusahaannya. Penegasan ini
disampaikan usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Instalasi Strategis PT Pertamina di Palembang, Senin (1/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Ujang Darwis menjelaskan bahwa kegiatan ini bukanlah sebuah peluncuran baru, melainkan lebih sebagai gelar kesiapan. Ia mengungkapkan bahwa kerja sama serupa telah lama berjalan, khususnya dengan ERU 3 di wilayah Kondang Dua.
“Sebenarnya ini bukan launching, mas. Ini mungkin gelar saja, apel kesiapan. Kalau kegiatannya sudah lama kita laksanakan kerja sama dengan ERU 3 di wilayah Kondang Dua ini,” ujar Pangdam.
Rekrutmen Prajurit Berbasis Profesionalisme
Untuk memastikan tingkat kesiapan yang optimal, Pangdam memaparkan sejumlah langkah yang telah diambil. Langkah pertama adalah memilih prajurit dengan kualifikasi terbaik.
“Pertama, kita memilih prajurit yang memang punya profesionalisme yang baik, punya disiplin yang baik,” jelasnya.
Para prajurit tersebut kemudian dibekali dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di internal TNI, serta pembekalan khusus dari pihak Pertamina. Briefing bersama juga kerap dilaksanakan untuk memantapkan koordinasi. Perlengkapan satuan pun diperiksa secara rutin untuk memastikan kelayakannya.
“Kita yakin bahwa prajurit yang kita berikan bantuan kepada PT Pertamina siap melakukan tugas dengan maksimal,” tegasnya.
Pendekatan Humanis ke Masyarakat
Menanggapi pertanyaan tentang pendekatan pengamanan, terutama dalam berinteraksi dengan masyarakat sekitar, Mayjen Ujang Darwis menekankan pentingnya pendekatan secara humanis. Sebagai komando kewilayahan, Kodam, Korem, dan Kodim mengutamakan pendekatan yang mengedepankan pemberian pengertian.
“Kita berikan pengertian kepada masyarakat, khususnya yang berada di sekitar rute ini Pertamina, bahwa ini aset kita bersama, ini kita wajib jaga bersama karena ini untuk kepentingan masyarakat,” paparnya.
Tantangan Ke Depan: Menjaga Aset Saat Bencana
Pangdam juga mengidentifikasi tantangan ke depan dalam pengamanan objek vital nasional ini, terutama dalam menghadapi potensi bencana alam.
“Tantangannya itu mungkin kita melihat situasi yang sedang terjadi bencana ya di sebagian wilayah kita, khususnya Aceh dan Sumatera Barat. Apabila terjadi bencana alam, bagaimana kita tetap menjaga aset kita ini,” ujarnya.
Ia menekankan komitmen TNI untuk tetap menjaga aset strategis tersebut sekaligus mendukung kelancaran operasi Pertamina, yang sangat vital bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat, terlebih dalam situasi darurat bencana.
“Mungkin itu,” pungkas Pangdam yang kemudian memberikan kesempatan kepada perwakilan Pertamina dan pemerintah daerah untuk menyampaikan pandangannya.
Kegiatan apel kesiapsiagaan ini merupakan wujud sinergi TNI dengan BUMN strategis untuk memastikan keamanan dan kelancaran pasokan energi nasional.
Sementara itu Direktur Operas Kilang Pertamina Internasional Didik Bahagia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI dan pemerintah atas komitmennya dalam mengamankan objek vital nasional. Hal ini disampaikan usai Apel Kesiapsiagaan Instalasi Strategis PT Pertamina di Palembang, Senin (1/12/2025).
“Pertama, saya mewakili manajemen Pertamina mengucapkan terima kasih pak Pangdam kepada jajaran, terutama Pak Pangdam II/Sriwijaya, jajaran TNI Kodam II/Sriwijaya, pemerintah, dan juga kepolisian serta TNI Angkatan Laut yang hadir pada pagi hari ini,” ujar Didik Bahagia.
Ia menegaskan bahwa kehadiran pimpinan TNI dalam apel tersebut merupakan bukti komitmen yang sangat jelas untuk mengamankan objek vital nasional, khususnya Pertamina RU III Plaju.
Pengamanan Objek Vital adalah Tanggung Jawab Bersama
Didik menekankan bahwa tanggung jawab untuk mengamankan aset strategis ini bukan hanya berada di pundak Pertamina, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen negara.
“Tidak hanya profesionalisme di operasional saja, tetapi kami juga menyadari bahwa pengamanan objek vital merupakan tanggung jawab bersama, tanggung jawab negara,” jelasnya.
Dasar dari tanggung jawab tersebut, lanjutnya, adalah karena Pertamina hadir untuk melayani dan memastikan security of supply atau pasokan BBM nasional berjalan lancar tanpa kendala hingga ke seluruh pelosok tanah air.
Siap Mendukung Cita-Cita Presiden Prabowo
Sebagai bentuk komitmen, Didik Bahagia menyatakan kesiapan penuh Pertamina untuk mengabdi kepada negara. Fokusnya adalah mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai kemandirian energi nasional.
“Jadi Pertamina sangat siap untuk mengabdi kepada negara untuk mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo mewujudkan kemandirian energi Nasional. Tidak ada kelangkaan di manapun, ini merupakan tugas dan tanggung jawab Pertamina,” pungkasnya dengan tegas.
Pernyataan ini semakin mengukuhkan peran strategis Pertamina, khususnya Kilang Plaju, dalam menjaga ketahanan energi nasional, yang didukung oleh sinergi kuat dengan TNI dan Polri.
Sofuan

