Halosumsel-

Walau sempat terlintas melarikan diri ke KM 12, akhirnya Taufik (16) warga Jalan Ki Merogan Pal 7 Kelurahan Kemas Rindo menyerahkan diri ke Mapolresta Palembang. Pelajar kelas dua SMK ini mengaku telah menghabisi nyawa teman sebayanya, Adi Wijaya (16) dengan dua luka tusukan dibagian leher dan bahu kanan, saat berada di Jalan Ki Marogan Kecamatan Kertapati, Jumat (21/12) sekitar pukul 18.30 WIB.

Dihadapan petugas, tersangka mengaku naik pitam setelah korban acapkali ‘membuly’ dan menghinanya.

“Dia itu sering bersikap kasar dan mengata-ngatai saya. Puncaknya tadi, saat mengumpulkan tumpahan minyak, kumpulan minyak milik saya diklaimnya milik dia (korban_red). Kami sempat bertengkar dan dia memukul kepala saya. Kesal, saya mengambil pisau di warung ibu saya dan menusukannya ke leher dan bahunya,” jelas tersangka, sembari menambahkan kakaknyalah yang membawa korban ke rumah sakit RSUD Bari.

Penyerahan tersangka pun tidak ditampik Kasubag Humas Polresta Palembang, Iptu Samsul F. Menurut bapak berpangkat balok dua ini, tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif penyidik unit Pidana Umum Polresta Palembang.

“Kita masih menggali lebih dalam keterangannya. Mengenai motif untuk sementara salah paham, hingga membuat tersangka naik pitam dan menusuk korban,” paparnya.

Korban Adi Wijaya (16) warga Jalan Ibul Besar Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI), meregang nyawa dalam perjalanan menuju RSUD Bari, setelah ditusuk sebanyak dua lobang dibagian leher dan bahu kanannya. Korban yang putus sekolah itu, memilih untuk mengumpulkan tumpahan minyak tangki Pertamina untuk dijual lagi, sama seperti halnya dengan tersangka.

Peristiwa naas itu berawal saat terjadinya salah paham masalah pengumpulan tumpahan minyak. Walau sempat terjadi perang mulut, akhirnya pertumpahan darahpun terjadi. Tersangka menusuk korban dengan sebilah pisau terhunus. Melihat kejadian itu, kakak tersangka langsung membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun, sangat sayangkan, korban menghembuskan nafas terakhir sebelum sampai ke rumah sakit. Ka SPKT, Piket Fungsi dan Tim Identifikasi, langsung terjun ke lokasi guna lakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Kapolsek Kertapati, Kompol I Putu Suryawan membenarkan anggotanya telah menyita sebilah pisau yang digunakan pelaku saat menghabis korban.

“Olah TKP sudah kami lakukan. Sebilah pisau yang digunakanpun sudah kami amankan. Karena pelakunya masih dibawah umur, maka kami akan koordinasi dengan unit PPA Polresta Palembang,” ujarnya.

Ketika dibincangi, ayah korban, Wanhar mengatakan tidak tahu persis apa yang terjadi hingga menyebabkan anak bungsunya meninggal dunia.

“Mereka ini teman sejak satu sekolah. Karena anak saya putus tengah jalan, jadinya dia kerja mengumpulkan tumpahan minyak ini dan itu sama seprofesi dengan Taufik. Saya tidak menyangka akan terjadi seperti ini, firasat pun tidak ada, tahu-tahunya dikabari anak saya di RSUD Bari. Pas sampai, ternyata anak saya sudah meninggal dunia,” jelasnya dengan mata yang berkaca-kaca.(agustin selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *