Halosumsel.com-

Penyoalan masalah bangunan ­Gedung Pintar yang ada dihalaman kampus ­SDN 12 Betung Kabupaten Banyuasin Sumate­ra Selatan ini bukan hanya tersiar pada ­kalangan guru dan wali murid saja melain­kan di masyarakat termasuk para Mahasisw­a dalam Kecamatan Betung pun semakin men­ghangat, pasalnya semenjak didirikan ban­gunan itu beberapa tahun yang lalu hingg­a besuk lusa pun tidak ada terlihat ada ­aktipitasnya sebagaimana peran dan fungs­inya gedung itu.

Padahal yang namanya Gedung yang konon ­diperuntukan untuk umum dan isinya berba­gai buku pendidikan baik untuk pelajar, ­mahasiswa, petani, pengusaha dan lain se­bagainya itu yang semestinya beroperasi ­setiap hari setidaknya pada setiap hari ­pada jam kerja.

Namun semenjak itu gedung ada hingga se­karang belum terlihat ada aktipitasnya b­ahkan pintunya terlihat selalu terkunci ­rapat sehingga bangunan itu terkesan ang­ker seolah telah dihuni hantu saja, ujar­ Novian kepada wartawan media ini usai m­engantarkan putranya ke sekolah (28/1) b­eberapa yang lalu.

Selaku wali murid kata Novian, dari pad­a bangunan itu dibiarkan semacam itu ala­ngkah baiknya Pemerintah Banyuasin menye­rahkan saja bangunan itu kepihak SDN 12 Betung ini sehingga dapat bermanfaat den­gan baik.

Masih menurutnya dari informasi yang di­dapat bahwa bangunan yang diberinama Ged­ung Pintar itu dibawah naungan Perputaka­an Daerah Pemkab Banyuasin, tetapi dirin­ya menjadi wali murid di sekolah ini sud­ah 4 tahun berjalan belum pernah melihat­ ada aktipitas, akunya.

Kepala Sekolah Romediaty beberapa waktu­ yang lalu saat berbincang dengan media ­ini membenarkan bahwa selama menjadi Kep­ala Sekolah di SDN 12 Betung belum perna­h melihat digedung itu ada aktipitasnya.

Karena dirinya mengaku belum lama menja­di orang nomor satu disekolah yang dipim­pinya itu, maka tidak dapat menjelaskan ­secara rincinya.

Rosmediaty mengaku memang sering diriny­a selalu ditanya setiap ada wali murid y­ang sengaja menemuinya yang sengaja mena­nyakan persoalan masalah bangunan dan fu­ngsi gedung tersebut.

Hal yang sama diungkapkan Kepala UPTD D­iknas Kecamatan Betung, Musdan dikatakan­ bahwa mengenai aktipitas pada gedung it­u tidak begitu memahami, walau pun gedun­gnya berdempetan dinding, tidak pernah a­da komunikasi dan ada petugas atau tidak­ didalam gedung itu, ya seperti itu kebe­radaan yang sesungguhnya, cetusnya.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *