Setelah menjalani pemeriksaan secara estafet penyidik reskrim Polsek Seberang Ulu I, ternyata tersangka Andre (18) warga Jalan SH Wardoyo Gang Gading Kelurahan 7 Ulu, yang sebelumnya terlibat pengeroyok dan pembunuhan terhadap korban Andrian (26) pada Rabu (31/5) sore, juga telah menyiramkan ‘cuko parah’ terhadap korban M Dandi Firnando (16) Jalan KH Azhari No 1803 RT 48 RW 13 Kelurahan 7 Ulu pada Kamis (31/3) Tahun 2016 silam pukul 18.30 WIB. Akibatnya, pelajar itu luka bakar dibagian dagu, leher, dada, bahu sebelah kanan, lengan kiri dan kanan.
Dihadapan petugas, tersangka mengaku tidak pernah ada masalah sebelumnya kepada korban Dandi.
“Saat kejadian Dandi bilang, siapa dirombongan kamu yang melawan. Dengan mengacungkan pisau dan bermaksud menikam saya, akhirnya saya dekati dan siramkan air keras ke lehernya,” jelas tersangka.
Dikatakan tersangka, air keras yang ditemukannya berkisar setengah meter dari tempat duduknya itu, tidak ada pemilik.
“Saya tidak tahu itu punya siapa pak. Saya tahunya, di botol miras jenis vodka itu berisi air keras, karena sudah saya tes sebelumnya. Saat dia menantang saya itulah, emosi saya terpancing dan menyiramkannya ke tubuh korban. Setelah itu saya pergi dan sembunyi di rumah sampai keadaan aman,” tandasnya.
Kapolsek Seberang Ulu I, Kompol Mayestika Hidayat SIk didampingi Kanit Reskrim, Iptu Azwan membenarkan tersangka akan dijerat pasal berlapis.
“Jelas, kami akan sangkakan dia (tersangka_red) dengan pasal berlapis, karena dia sudah ikut menghabisi nyawa Andrian dan menyiramkan cuko parah ke seorang pelajar yang bernama Dandi pada tahun 2016 silam. Kini kami masih menunggu korban lainnya, jika tersangka ini juga terlibat perkara lain,” pungkasnya.
Diungkapkan Mayestika, sebelum terjadi penyiraman cuko parah, korban dan temannya melintasi tersangka yang sedang bergitar bersama teman-temannya di Jalan SH Wardoyo depan Gang Pulau Kelurahan 7 Ulu.
“Korban bersama Rian melintasi rombongan tersangka. Lalu, salah satu rombongan itu memanggil korban, sehingga korban pun memutuskan untuk berhenti dan menghampirinya. Saat berhadapan dengan salah satu rombongan itu yang dikenal korban bernama Indra alias Unyil, tiba-tiba saja tersangka menyiramkan air keras ke tubuh korban. Merasa panas, korban dan Rian langsung tancap gas. Tak ingin buruannya hilang, tersangka dan temannya juga mengejar sepeda motor yang ditumpangi korban, namun kehilangan jejak,” tutupnya.(agustin selfy)

