Halosumsel.com –

Memperingati pekan hari bumi yang jatuh pada hari ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya untuk mengantisipasi kondisi Sumatera Selatan terkait permasalahan pembakaran hutan dan lahan yang terjadi pada tahun lalu.

Disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, H.M Giri Ramanda, dampak yang ditimbulkan karena pembakaran hutan bukan hanya biaya realnya saja namun ada biaya kesehatan sosial dan ini sangat besar sekali dampak nya,” ungkap Giri sekaligus membuka acara karnaval pekan hari bumi di Benteng Kuto Besak, Jum’at (22/4).

Lanjutnya, kebijakannya sudah diselesaikan dan perda mengenai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) telah diselesaikan hanya tinggal pelaksanaan, penanganan dan evaluasinya.

“Sekarang bagaimana caranya agar pemerintah berkoordinasi dengan kabupaten langsung untuk ketempat kejadian agar dapat melakukan tindakan preventif terhadap kondisi ini,” lanjutnya

Sehingga dengan adanya Perda ini, tambahnya, masyarakat tidak boleh lagi membuka lahan dengan cara mmbakar dan ini merupakan cara pemerintah bagaimana untuk mengupayakan dalam menyiapkan alat-alat berat untuk membantu masyarakat membuka lahan tanpa membakar.

“Dan hal ini sesegera mungkin harus dilaksanakan dan disosialisasikan karena jika masih saja ada masyarakat yang membakar hutan guna membuka lahan akan dikenakan pidana,” tukasnya

(Aisyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *