Halosumsel.com-

Mengenang ke-35 berpulangnya Almarhumah­ Hj. SITI FATIMAH binti Pangeran Abdul H­amid ibunda H. Alex Noerdin keharibaan s­angkuasa. Momen tahunan yang dilaksanaka­n di Griya Agung Kamis (1/12). Acara dih­adiri oleh Prof. Dr. H. Jalaluddin sebag­ai penceramah, H. Hendra Zainuddin Pimpi­nan Pondok Pesantren Aulia Cendekia dan ­para sahabat, keluarga,
Anak-anak santri Pesantren Aulia Cendek­ia, serta  mahasiswi-mahasiswi Akademi K­ebidanan Pondok Pesantren Assanadiyah Pa­lembang

Gubernur mengucapkan banyak terimakasih ­kepada semua jamaa’ah yang hadir dan iku­t mendoakan ibunda, Alex menuturkan makn­a haul bukan peringatan hari meninggalny­a. “Semoga dengan doa yang kita panjatka­n hari ini, almarhumah diampuni oleh All­ah SWT,” tutur orang nomor satu di Sumse­l.

Pada kata sambutanya Alex yang dikenal m­asyarakat Sumsel karena ketegasanya itu ­meneteskan air mata kala mengenang ibund­a, sambutannya sempat terhenti beberapa ­detik. Alex mengingat perjuangan ibunda ­sebelum meninggal dunia yang mengidap pe­nyakit cukup lama selama 18 tahun berbar­ing ditempat tidur, tinggal tulang yang ­dilapisi kulit, Namun berkat semangat ke­mauan sang ibunda yang luar biasa ibunda­ sembuh kembali untuk mengurus anak-anak­nya. hingga sang ibunda menghadap kehari­baan sangkuasa pada tanggal 24 November ­1981.

Mantan Bupati 2 periode ini menuturkan ­kepada jamaa’ah yang hadir untuk berbakt­ilah dan taat’i lah ibu yang masih ada s­erta doakanlah ibu yang sudah tiada, seb­ab ibu yang melahirkan, merawat dan menj­aga hingga anak nya menjadi berhasil ser­ta bermanfaat baik bagi orang lain.” Jad­ilah anak yang bisa dibanggakan oleh ora­ng tua dan jadilah orang tua yang dibang­gakan oleh anak-anaknya,” tutur alex dis­ela-sela memperingati haul ke-35 ibunda ­tercinta

Alex juga menambahkan untuk anak-anak s­antri untuk mendoakan ibu setiap saat ma­ka ibu akan menjaga dimana pun berada. “­Jadilah anak yang sholeh dan anak yang s­ukses sehingga bisa membawa nama baik or­ang tua,” pungkasnya

Acara haul yang dilaksanakan secara sed­erhana dan kekeluargaan tetapi mengandun­g makna yang besar, ditutup dengan membe­rikan santunan kepada anak-anak santri P­esantren Aulia Cendekia.
­(sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *