Halosumsel-

Yang bakal dimunculkan sepasang bakal calon Bupati dan wakil Bupati dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi peserta pilkada serentak tahun 2018 mendatang menurut Ketua DPC PKB Banyuasin Rudianto dalam perbincanganya dengan Wartawan (31/7) dikantor DPC PKB Banyuasin mengatakan dari 20 balon yang mengambil formulir dan yang mengembalikan berkas akan merucut menjadi satu bakal pasangan calon Bupati dan wakil bupati setelah melalui proses verivikasi dari tingkat DPC PKB Banyuasin, DPW PKB dan DPP PKB pusat.
Pada kesempatan ini dijelaskan Rudianto, dari kader partai kebangkitan bangsa (PKB) ada empat kader yang menjadi peserta pilkada serentak tahun 2018 yang mengambil dan mengembalikan berkas yang diantaranya H Azwar Hamid, Emi Sumirta, Yasmin dan H Abdul Aziz.
Kalau dari kepanitiaan penjaringan di DPC PKB Kabupaten Banyuasin kata Rudianto, setelah melalui proses tahaban penjaringan, pihaknya menyerahkan formulir dan menerima pengembalian berkas balon.
Selain itu pihaknya melakukan pemeriksaan kelengkapan berkas para balon, kemudian setiap balon selain secara tertulis visi-misi juga harus didengarkan urainya pun didepan berbagai awak media yang bertujuan untuk dipublikasikan dan itu merupakan kelengkapan persyaratan penjaringan balon.
Perlu diketahui bagi Paslon akan dapat menjadi peserta pilkada serentak di kabupaten Banyuasin itu harus ada kwalisi parpol, sebab kuota parpol harus 9 kursi ada di DPRD, sedangkan parpol di Banyuasin terbanyak hanya 8 kursi di DPRD Banyuasin, jelasnya.
Yang terpenting lagi lanjut Ketua DPC PKB Banyuasin Rudianto bahwa rekomendasi yang dilampirkan dalam melanjutkan berkas para balon ke DPW PKB provinsi Sumatera Selatan itu mengenai ektabilitas dukungan masyarakat dari hasil tim survei.
Dikatakan Rudianto, memang PKB Banyuasin akan lebih mengutamakan Paslon yang jadi peserta pilkada serentak mendatang di Banyuasin muncul dari kader PKB, namun jika ternyata dari kader dari hasil tim survei dibawah jauh dari balon lain tentu PKB Banyuasin akan lebih mengutamakan bagi Paslon yang terbaik ektabilitas, tetapi jika bagi balon yang barkasnya tidak lengkap pun bisa digugurkan.
Untuk itu Rudianto berharap bagi para balon baik Bacabup dan Bacawabup seyogianya selain melengkapi berkasnya juga harus berusaha mendulang dukungan dari 19 kecamatan yang ada. Karena PKB melaksanakan ini selain amanat partai juga mencari pemimpin yang benar-benar dari pilihan rakyat, bukan pasangan pemimpin karbitan.
Rudianto sendiri menegaskan dari 13 Bacabup dan 7 Bacawabup yang sudah mengembalikan berkasnya itu pihaknya belum dapat menentukan pasti siapa yang bakal dimunculkan menjadi satu pasangan balon, sebab itu kewenangan dari pihak DPP PKB di Pusat Jakarta, karena semua berkas para balon kami kirimkan ke DPW dan dilanjutkan ke DPP.
Kewenangan kami sesuai jadwal dan memberikan keterangan tentang berkas balon serta melampirkan hasil tim survei mengenai ektabilitas bagi balon saja, pungkasnya seraya mendoakan semoga yang muncul dan diusung PKB bersama partai kwalisinya nanti masih dari kader PKB.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *