Halosumsel-
Sedikitnya 17 Kilogram Shabu, yang dibawa dari Medan gagal beredar di Palembang, Kamis (9/8) pukul 18.30 WIB. Kelima jaringan lintas Sumatera-Medan-Pali ini, HI (21), SU (38), MI (47), ER (38) dan GI (23) digerbek dalam satu kamar hotel Sriwijaya Premier, Jalan puncak Sekuning Kecamatan Ilir Barat I.
Naas bagi tersangka ER dan GI, yang harus meregang nyawa ketika petugas BNNP Sumsel melakukan pengembangan di kawasan Gandus. Tersangka yang mencoba melawan petugas, akhirnya tidak dapat berkutik setelah timah panas menembus punggungnya masing-masing.
“Kedua tersangka ER dan GI ditembak saat anggota kita melakukan pengembangan. Mereka bermaksud mengedarkan di Sumatera Selatan. Dari kelima tersangka, salah satunya merupakan adik warga binaan lapas. Kini kami masih terus kembangkan kasusnya. Kami tidak main-main, jika ada yang melawan pasti akan kita tembak,” jelas Kepala BNNP Sumatera Selatan, Brigjen Pol Drs Jhon Turman Panjaitan kepada awak media, saat press release di RS Bhayangkara Palembang, Jumat (10/8) pagi.
Ketika diwawancarai tersangka SU mengatakan dirinya diupah Rp 30 juta untuk mengantarkan pesanan.
“Saya ditugaskan LW mencari rental mobil untuk di bawa ke Pali. Baru terima upah Rp 20 juta, sisanya akan diberikan ketika sampai,” ungkapnya tertunduk.
Kelima tersangka yang ditangkap tidak lain, HI (21) berstatus pelajar, tercatat sebagai warga Jalan Merdeka Kelurahan Tanah Abang Utara Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Pali, SU (38) bertugas sebagai sopir, warga Dusun Telok Berahol Desa Besilam Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat, Medan dan terakhir, tersangka MI (47) warga Blok C Desa Rambai Jaya Kecamatan Kampas Kabupaten Indra Hilir
Sedangkan dua tersangka yang ditembak mati adalah, Er (38) warga Dusun Bukit Tua PD Tualang Sumatera Utara dan GI (23) warga Tanah Abang Utara Kabupaten Pali.(agustin selfy)

