Halosumsel.com-

 

Dari 18 orang yang diamankan ke kantor B­adan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera S­elatan, hanya lima orang yang diterbangk­an ke kantor BNN Pusat Jakarta. Mereka d­itetapkan sebagai tersangka yang diperku­at dengan hasil tes urine yang dinyataka­n positif mengandung narkoba.

“Ya, hanya lima yang positif dan pagi ta­di sudah kami terbangkan ke pusat untuk ­menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jel­as Kepala BNNP Sumatera Selatan, Brigjen­ Pol Drs Iswandi Hari MSI kepada awak me­dia Senin (14/3)

Disinggung tentang penanganan prosesnya ­di BNN Pusat, Iswandi menjabarkan kalau ­sebelumnya BNN pusatlah yang mengeluarka­n perintah penangkapan, sementara pihakn­ya hanya mempertebal kekuatan.

“Sprintnya langsung dari pusat, jadi kam­i hanya memperkuat anggota dalam penangk­apan. Nantinya, proses tetap akan diteru­skan disana,” tandasnya.

Mengenai kronologis penangakapan, bapak ­berpangkat bintang satu ini membeberkan ­lumayan alot. Walau terjadi beberapa kal­i negosiasi, akhirnya para tersangka koo­peratif untuk dibawa ke kantor.

“Sekitar dua jam kami melakukan negosias­i untuk menembus kediaman tersebut. Akhi­rnya, kami yanh di bantuan anggota Sat N­arkoba Polresta, Polsek dan anggota BNNP­ Sumsel berhasil menerobos lokasi terseb­ut. Walau sempat mengelak, tetap kami la­kukan tes urine. Lima dinyatakan positif­, tapi tetap 18 orang yang ada disana te­rmasuk Mantan Bupati, Mawardi Yahya kami­ bawa ke kantor untuk diperiksa,” tutupn­ya.

Kelima tersangka yang diterbangkan terse­but, Bupati Ogan Ilir, Ahmad Wazir (AW) ­Noviadi (28), pegawai swasta, Murdani (3­0), PNS RS Ernaldi Bahar, Faizal Roche (­39), Buruh PT Limbersa, Juniansyah (39) ­dan PNS Dinas Kesehatan Ogan Komering Ul­u Timur, Deni Afriansyah (27).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ked­iaman mantan Bupati OI, Mawardi Yahya ya­ng terletak di Jalan Musyawarah RT 26 Ke­lurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus dig­erbek anggota BNN pusat, Minggu (13/3) p­ukul 21.30 WIB. Sedikitnya 18 orang yang­ tidak lain, penjaga rumah, PNS, Wakil B­upati dan Bupati OI sendiri diboyong ke kantor BNNP Sumatera Selatan untuk menja­lani pemeriksaan. (selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *