PALEMBANG, Halosumsel.co.id –
Walau banyaknya polisi yang ‘berhamburan’ mengamankan pelaksanaan Asian Games agar tidak kotor, namun bandit jalanan sedikitpun tidak gentar menghadapinya. Sebagai contoh,
bandit jalanan ini berani membegal dua sekawan, Ishak (14) dan David (14) yang masih duduk dibangku SMP, saat melintas di Jalan Panca Usaha, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Rabu (22/8) pukul 14.00 WIB. Tak ayal, dua unit handphone merek Oppo A71 dan Xiomi dirampas tiga pelaku, yang sebelumnya sempat mengancam akan membunuh dengan pisau yang telah diarahkan ke bagian perut kedua korban.
“Saya dan David bermaksud pulang ke rumah pak, setelah kami mampir ke Dekranasda nonton Sumatera Selatan Expo. Ditengah jalan, persis di Jalan Panca Usaha, berpapasan dengan tiga pelaku menggunakan sepeda motor beat warna hitam nopol BG 9064. Karena dia kehabisan bensin, meminta tolong ke kami, untuk mengantarkan temannya ke Plaju,” jelas korban Ishak, saat diwawancarai di ruang tunggu SPKT Polresta Palembang.
Korban yang tercatat sebagai warga Jalan Kemas Rindo Lorong Banten RT 20 RW 05 Kelurahan Kimerogan Kecamatan Kertapati, sempat mencoba menghindar, tak kuasa saat pelaku lainnya memohon pertolongan untuk diantar.
“Pelaku duduk dibagian paling belakang David pak, sementara saya yang bawa motor. Baru beberapa meter, ternyata temannya tadi, ternyata mengikuti kami. Ditengah jalan, mereka minta diberhentikan dan menodongkan pisau ke arah kami. Mereka meminta handphone, tapi kami tidak beri. Lalu, mereka mengatakan mau serahkan motor atau handphone, sembari mengancam akan menusuk terpaksa kami berikan,” ujar korban masih dalam kondisi cemas dan gemetar.
Mengenai ciri-ciri para pelaku, korban menjabarkan rata-rata mereka berusia sekitar 17 tahun hingga 20 tahun. Dua dari tiga pelaku membawa sajam jenis pisau.
“Diantara mereka ada yang memakai rambut yang dipikok pak. Sepertinya usia mereka tidak berjauhan dengan kami, sekitar 17 sampai 18 tahunan lah pak,” ungkpnya.
Kasubag Humas Polresta Palembang, AKP Andi Hariyadi membenarkan adanya pengaduan korban ke SPKT Polresta.
“Sekarang kami masih menunggu korban untuk menunggu membuat laporan resmi, jika sudah kami terima nantinya akan ditindak lanjuti unit reskrim,” tandasnya.(agustin selfy)

