Halosumsel.com-
Rayakan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2016, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyuasin mulai Jumat (10/3) melakukan berbagai kegiatan Bhakti Sosial (Bhakso), selain mengunjungi pada kesempatan itu juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat miskin atau yang sangat membutuhkan yang ada dipelosok desa di Bumi Sedulang Setudung Kabupaten Banyuasin.
Kenapa rakyat miskin yang jadi sasaran ?, karena berdasarkan data tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (TNP2K) pusat, diketahui jumlah penduduk sangat miskin hingga rentan miskin di Kabupaten Banyuasin berjumlah 90.753 rumah tangga sasaran atau 11.90 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Banyuasin 762.482 orang.
Dengan rincian sangat miskin 13.876 RTS, Miskin 16.966 RTS, Hampir Miskin 16.392 RTS, Rentan miskin lainnya 43.519 orang.
Data penduduk miskin ini masih berlaku hingga triwulan pertama tahun 2016 sebelum data terbaru diberlakukan oleh TNP2K pusat.
Adapun berbagai bantuan yang teragendakan untuk disalurkan berupa sembilan bahan pokok, baju layak pakai dan uang tunai.
Ketua PWI Banyuasin Saryanto didampingi Sekjen Nachung Tajudin seusai hasil keputusan rapat pemantapan di Sekretariat PWI Banyuasin Jl Palembang-Jambi Km 42 Kelurahan Kayuarakuning, Kamis (10/3) mengatakan, kegiatan bhakti sosial ini dilakukan dalam rangka menyemarakkan kegiatan HPN tahun 2016.
” Kita ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, maka salah satu kegiatan yang dilakukan dalam rangka HPN ini yakni bhakti sosial dengan mengunjungi yang sekaligus membagikan berbagai bantuan berupa sembako, baju layak pakai hingga uang tunai”, katanya.
Kegiatan bhakti sosial (Bhakso) ini terang Saryanto akan dimulai Jumat (11/3) sesuai jadwal dengan mengunjungi sekaligus menyerahkan bantuan kepada keluarga Masia (65), janda jompo warga Dusun 4 Rt 26 Rw 09 Desa Sukamulya Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin yang menempati Poskamling sebagai rumah tinggal bersama kedua putranya, setelah rumahnya terbakar 25 Oktober 2015 lalu dan sampai saat ini belum mendapat bantuan serta perhatian dari Pemkab Banyuasin.
Selain itu lanjut Saryanto, PWI Banyuasin dalam kegiatan yang sama akan mengunjungi di sejumlah panti asuhan diantaranya panti asuhan Bunda di Jl lingkar Kecamatan Banyuasin III dan sejumlah panti asuhan yang ada di wilayah Kecamatan Talang Kelapa.
“Kita sengaja mengunjungi keluarga Masia, dengan maksud agar mengugah para dermawan untuk menyalurkan berbagai bantuan itu, selain menunjukan kepada Publik bahwa PWI Banyuasin itu ada juga untuk membuka mata hati kepada Bupati Banyuasin, karena dinilai sangat lamban dan terkesan tidak peduli dengan warganya yang terkena musibah termasuk yang dialami keluarga Masia yang seperti ini”, ungkapnya.
Masih menurutnya, tentunya dalam program siaga bencana yang dilakukan Pemkab Banyuasin ini menghabiskan anggaran yang tidak sedikit dalam setiap tahunnya sangat patut dipertanyakan.
“Siaga bencananya seperti apa, ini jadi pertanyaan kita sebagai insan pers, lantas uang bencana tanggap darurat setiap tahun dianggarkan dan digulirkan selama ini kemana”, sambung Sekjen PWI Kabupaten Banyuasin Natchung Tadjudin.
Nachung menambahkan, PWI Banyuasin ini hanya bersifat menyalurkan karena berbagai bantuan termasuk sembako, pakaian layak pakai pun uang tunai itu yang dihimpun dari hasil sumbangan para dermawan yang dikumpulkan mulai dari Politisi DPRD Banyuasin, kontraktor, hingga masyarakat biasa yang peduli.
“Maka melalui kesempatan ini kami ucapkan terima kasih dan berharap para dermawan lainnya juga mau ikut berpartisifasi guna meringankan beban hidup masyarakat miskin yang ada dalam Kabupaten Banyuasin dan sekaligus menunjukan kepada publik bahwa di Banyuasin ini ada wadah wartawan yang disebut PWI”, pungkasnya. (waluyo)

