Palembang, Halosumsel-
Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya,M.M menyampaikan paparan terkait pembangunan infrastruktur Kota Prabumulih di kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan,selasa (26/10/2021).
Ridho yahya menyampaikan terkait program tersebut hanya meneruskan program terdahulu karena menurut tiga lembaga survei 98% masyarakat menyukai program tersebut.
“Program kita itu Hanya meneruskan program terdahulu karena program itu menurut tiga lembaga survei nasional itu 98% ke atas itu yang disukai masyarakat telah dibuktikan di tiga lembaga survei”.ucapnya
Ridho mengatakan hanya melanjutkan 13 program baru ditambah satu program baru dan juga mendukung program gubernur Sumatera Selatan.
“Kita hanya menambah Program baru yaitu 13 program ditambah satu program,program baru itu kota seribu bioflok,dan mendukung juga program pak gubernur yaitu program mandiri pangan sekarang menjadi 14 program”,ujarnya.
Walikota Prabumulih tersebut menyampaikan Dalam pembangunan infrastruktur apa saja yang akan dikembangkan.
“telah disampaikan tadi disitu banyak program-program pusat contoh nya fly over,pengadilan agama,kemudian pengadilan agama,akamigas ada BLK ada juga sentra kuliner ada lebih kurang lima proyek”,ucapnya.
Ridho juga mengatakan tidak ada pengembangan rusun tetapi untuk penyapu jalan telah mendapatkan rumah,dan akan memperjuangkan bagi becak,pemulung,disabilitas untuk mendapat kan rumah dari pusat.
“Untuk pengembangan rusun,kita tidak ada rusun penyapu jalan kita 273 dapat rumah semua,jadi kita sedang memperjuangkan bagi saudara kita becak,pemulung, disabilitas,lebih kurang 455 insya dari pusat dapat rumah,”ujarnya.
dalam hal target ridho menyampaikan target fly over akan segera selesai oktober 2022 itu dari pusat Prabumulih.
“Untuk target Fly over prabumulih Oktober 2022 Insya Allah akan selesai”.
Ridho mengatakan Untuk target perkembangan nanas salah satu oleh oleh khas kota prabumulih tersebut,menolak untuk bekerja sama dengan pabrik yang ada di lampung.
“Tadi nya kita kalo nanas mau berkerja sama dengan pabrik yg ada di Lampung,tapi nanas kita harus ubah jenis nya harus ngikuti mereka tapi sayang nanas kita sudah bagus,manis mau ngubah jenis nya itu yang kita belum mau”,tutupnya.febri

