Halosumsel.com-

Setelah sempat sesak nafas dan koma pada Jumat kemarin (23/7) bocah obesitas asal Palembang berangsur membaik Riski Rahmad Romadhon (11) sadar dari koma selama 12 jam lebih dan   pada Sabtu (23/7)  dan minta selang yang membantu pernafasannya dilepas namun tim dokter masih merawatnya di ruang Intensif Care Unit (ICU) Rumah Sakit Muhammad Husien Palembang

Sejumlah keluarga dan kerabat Riski yang menunggu di depan ruang ICU terus berharap yang terbaik bagi putera bungsu dari tujuh saudara itu

Dari rekaman telepon seluler Riski masih terbaring dengan alat bantu pernafasan dan ventilator masih terpasang di hidungnya, bahkan Dia yang tidak nyaman dengan alat bantu pernafasan sempat mengirim pesan kepada dokter  agar alat itu segera dilepas namun fokus utama dokter saat ini adalah membantu menyelamatkan jiwanya terlebih dahulu dan Dia tetap harus berada di ruang ICU

Menurut tim Dokter yang menangani Perawatan Riski Dr. Julius Azhar ,”

Alhamdulillah karena berkat pertolongan Allah ya karena saya Islam ya tidak mungkin terjadi. itu  salah satu keajaiban ya sebenarnya. kita sudah berusaha, kemarin dengan kondisi yang kamu tahu sendiri ya..kita gerak cepat, karena terpantau terus. begitu ada yang perlu ditolong, kita segera bawa ke icu dan alhamdulillah sudah berangsur bagus, sekarang sudah sadar penuh tetapi alat pertolongan belum kita lepas sepenuhnya. karena kita menjaga kemungkinan kalau terjadi apa-apa. tapi mudah2an semakin membaik ya.. jadi kalau tidak memerlukan alat bantu lagi, kita akan pindahkan ke ruang biasa, mungkin ruangan yang lebih lapang ya kan enak kalo lapang. perawatannya sama sebelum masuk ke icu, tapi kita tahu kita jaga betul saluran pernafasannya,” jelas Julius

Menurut tim dokter bila nanti kondisi Riski terus membaik, dia akan dipindahkan ke kamar biasa namun lebih besar dan bernuansa anak-anak agar dia merasa betah sambil menjalani program penurunan berat badan

 

Sementara itu ayah Riski, Edi Hartono   sangat bersyukur dengan kondisi anaknya yang telah siuman

,”Allhamdulillah riski dari pukul sembilan tadi sempat matanya melek, sekarang pukul 11 sudah full, ini sudah berbicara tapi karena ada alat yang dipasang belum bisa, tapi dia bisa melalui sms, diketik pakai henpon dia minta tolong sama dokter bisa gak dilepaskan karena dia tidak bisa bicara. harapannya ke depan sebagai orang tua, semoga anak ini sehat seperti anak seusianya. dok alat yang di mulut saya dilepas jawab dokter nanti. sekarang sudah tenan,’ uingkapnya

(sofuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *