Muara Enim Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim, Hj. Heni Pertiwi Edison, S.Pd., hadir di tengah masyarakat dalam kegiatan Safari Ramadan di Masjid Raya Nurul Iman, Desa Karang Agung, Kecamatan Lubai Ulu.

Kehadiran keduanya disambut hangat oleh warga yang antusias mengikuti rangkaian acara. Turut mendampingi, Kapolres Muara Enim, AKBP Hendri Syaputra, S.I.K.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan santunan Jaminan Kematian senilai Rp42 juta kepada dua ahli waris peserta atas nama Widodo dari Desa Sumber Mulya dan Marlena dari Desa Lubai Makmur.

Santunan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat desa yang bekerja di sektor informal.

Selain itu, Bupati juga menyerahkan bantuan berupa satu unit AC, satu unit genset, serta paket sembako dari Baznas Kabupaten Muara Enim untuk mendukung kenyamanan jamaah, memperkuat fasilitas masjid, serta meringankan beban masyarakat menjelang Idulfitri.

Bupati Edison menjelaskan bahwa Kabupaten Muara Enim kini tercatat sebagai salah satu dari dua daerah di Sumatera Selatan yang telah mencapai 100 persen perlindungan bagi pekerja di ekosistem desa. Sebanyak 26.775 pekerja rentan telah terdaftar dalam program jaminan sosial, mencakup 24.651 pekerja desa (kepala desa, perangkat desa, BPD, RT/RW) serta 2.124 petani sawit.

“Pembangunan daerah hanya dapat berjalan optimal apabila masyarakat bersatu dan saling mendukung. Safari Ramadan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati Edison.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Muara Enim, Mansursyah, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam melindungi pekerja rentan.

“Santunan Jaminan Kematian yang diserahkan kepada ahli waris peserta atas nama Widodo dan Marlena adalah bukti nyata hadirnya negara melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja, termasuk yang bekerja di sektor informal. Kami berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah daerah agar seluruh pekerja desa terlindungi dan merasa aman dalam bekerja,” ujar Mansursyah.(ril)