Halosumsel.com-
Sebelum dilakukannya pembangunan Rumah Susun Hak Milik (Rusunami), Perusahaan Umum (Perum) Perumahan Nasional (Perumnas) akan melakukan studi kelayakan tanah mengingat tingginya kontruksi yang akan dibangun.
“Kami akan lakukan penelitian dan studi kelayakan kontur tanah dulu, jika sudah didapatkan hasilnya nanti itu menjadi rekomendasi karena setiap tanah harus sesuai dengan kondisi pancang yang akan dipasang,” kata General Manager Perumnas, Rohmad Budiyanto usai rapat percepatan pembangunan Rusunami, Kamis (6/1).
Menurutnya, kondisi tanah di kawasan tersebut cukup baik mengingat dikawasan itu banyak gedung yang tinggi seperti gedung Bank SumselBabel.
“Ini menandakan bahwa kondisi dikawasan itu baik untuk melakukan pembangunan yang tinggi dan sampai saat ini tidak ada masalah,” terangnya.
Dirinya menambahkan, sejauh ini tidak ada kendala dalam pembangunan rusunami ini mengingat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mendukung penuh pembangunan tersebut terutama dibidang perizinan.
“Saat ini sudah ada pergerakan untuk pengerjaan rusunami itu karena pembangunan ini harus sesuai target mengingat Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games,” terangnya.
Nantinya, lanjut Rohmad, sebelum dijual 5 tower Rusunami ini kepada PNS Sumsel akan digunakan terlebih dahulu untuk para atlet sebagai wisma atlet, namun kepemilikannya milik PNS pemprov Sumsel
“Jadi status rusunami ini hanya dipinjamkan terlebih dahulu untuk para atlet,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten Ekeu & Pembangunan, Ruslan Bahri menambahkan pihaknya mendukung penuh pembangunan rusunami tersebut.
“Kami akan mengawal seluruh perizinan baik IMB dan lain sebagainya, dan ini merupakan komitmen dari gubernur agar rusunami dapat dipakai awal pelaksanaan Asian Games,” katanya.
Selain mengawal perizinan, lanjut Ruslan, pihaknya akan membangun jembatan penyebrangan kanal untuk menuju lokasi pengerjaan sehingga mempermudah pekerjaan rusunami tersebut. “Saat ini pembangunan jembatan sudah dilakukan,” terangnya.
Dirinya juga menjelaskan, sejauh ini tidak ada kendala, baik tanah, maupun lain sebagainya, mengingat tanah yang digunakan untuk pembangunan merupakan tanah milik Provinsi Sumsel. “Tanah ini sendiri sudah sejak lama milik pemprov sumsel,” tegasnya.
Untuk pengerjaannya sendiri, tambah Ruslan, dalam waktu dekat akan dilakukan pemasangan tiang pancang yang dilakukan oleh 1 tim dengan ditargetkan 1 tahun. “Saat ini masih fokus lima tower dulu, untuk penambahan 10 tower lainnya kita lihat perkembangan berikutnya,” tandasnya. (sofuan)
