Halosumsel.com-
Sempat membuat berhenti berpikir sejenak ketika pembawa acara peresmian kabtor Mapolsek Tungkal Ilir membacakan susunan tentang pemberian penghargaan yang dianggap berjasa terhadap tugas Polisi serta Terbangunya Gedung Mapolsek, Pasalnya ada salah satu perusahaan penerima penghargaan, padahal PT. Itu ada permasalahan yang belum ada kejelasan dan persialanyapun masih ditangani pihak kepolisian, terang Toni kepada wartawan usai menyaksikan acara penyerahan penghargaan (6/1).
Yang diherankan olehnya, justru ada perusahaan yang dinilai selama banyak berjasa baik kepada masyarajat, pemerintah bahkan tugas kepolisian seperti PTPN 7 malah dilewatkan, sementara PT. CT yang banyak bermasalah kok diberi penghargaan.
Sedangkan untuk acara diresmikan gedung Mapolsek ini saja Pt yang bermasalah itu juga tidak peduli dengan kerusakan jalan bahkan dari perusahaan lain yang melakukan perbaikan pun tidak mendapat penghargaan, padahal jalan itu baru bisa dilalui para petinggi kepolisian di Banyuasin setelah dilakukan penyekrapan oleh perusahaan yang tidak disebutkan pada acara itu.
” Ada apa pembawa acara itu tidak membacakan pada perusahaan yang dianggap berjasa selama ini seperti PTPN 7, CCL dan Pertamina, mungkin karena jasa lain sampai terbangunya gedung itu saja yang dianggap perusahaan yang berjasa”, tanyanya heran.
Masih imbuh Toni, kalau yang menerima penghargaan atas berdirinya bangunan gedung itu ada dari Tokoh Masyarakat atau Pemerintah Banyuasin mungkin hal yang wajar, tetapi kalau sampai Perusahaan yang bermasalah justru yang hargai itu yang sempat kita berpikir terhenti sejenak, sambung Kaha (51) yang mengaku terkejut.
Kahar menambahkan, okelah kalau sekedar penghargaan itu saja, namun dengan adanya itu menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat di Tungkal Ilir atau memang bagi perusahaan yang ada disekitar itu tidak berjasa dalam terbangunya gedung itu, kritiknya.
Sebagai masyarakat kata Kahar, cara menilai yang realita saja, tetapi kedalamnya kan juga tidak mengetahui dan semoga bagi perusahaan yang bermasalah mendapat penghargaan dari Kepolisian Banyuasin yang penghargaan itu langsung diserahkan oleh Kapolres itu dapat menyelesaikan permadalahan dengan masyarakat secara baik-baik saja, doanya sembari meninggalkan perbincangan dengan wartawan kemarin.
Terpisah, Tokoh Masyarakat Tungkal Ilir, Rifki saat diminta komentarnya oleh wartawan media ini (7/1) mengaku heran setelah mensengar bahwa PT. CT mendapat penghargaan dari Kepolisian Banyuasin saat peresmian Gedung Mapolsek Tungkal Ilir kemarin. Dikatakan Rifki dirinya memang tidak hadir pada acara itu, selain tidak mendapat undang juga kondisi alam sedang hujan sehingga tidak masuk kelokasi, katanya.
Rifki mengutarakan, dari sisi mana sampai pihak kepolisian bisa memberikan penghargaan terhadap PT. CT, sedangkan perusahaan itu yang sesungguhnya sangat bermasalah dengan kehidupan masyarakat Tungkal Ilir.
Menurut tokoh yang juga sebagai pelaku sejarah di Tungkal Ilir ini menambahkan apa yang bisa kepolisian memberikan penghargaan itu, padahal sampai saat ini persoalan hukum dengan masyarakat di Polda Sumsel saja belum ada titik jelasnya.
Dia berkeyakinan, masyarakat Tungkal Ilir saat sekarang ini tidak bodoh lagi dan tidak bisa ditipu dengan cara polesan semacam itu, karena semenjak ada perusahaan dari PT. CT ada di Tungkal Ilir berbagai persoalan bermunculan, dengan adanya penghargaan tersebut jelas akan menjadi pertanyaan besar, ujar tokoh yang juga dijuluki sebagai pejuang hak masyarakat dalam wilayah Tungkal Ilir itu.
Penghargaan itu syah-syah diberikan jika berjasa kepada masyarakat maupun aparat mana saja, tetapi kalau untuk PT. CT itu di Tungkal Ilir ibarat Api dalam Sekam yang suatu saat bisa berkobar, kan pihak kepolisianlah nantinya yang mendapat bahan perbicangan masyarakat khususnya di Tungkal Ilir atau hadirin yang saat itu menyaksikan penyerahan penghargaan itu.
Yang perlu diketahui lanjut Rifki, sampai saat ini PT. CT itu masih bermasalah dengan masyarakat Bertak 1, 2 serta terparah dengan masyarakat desa Teluk Tenggulang dan persoalannya saat ini masih ada di Mapolda Sumsel, tegasnya bersemangat. (waluyo)

