Halosumsel.com –

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bermitra dengan banyak organisasi merencanakan pelaksanaan kegiatan tentang Restorasi Hutan Dunia  pada 6 sampai 8 Februari 2017 mendatang.

Kegiatan ini menitikberatkan untuk melihat sejauh mana progres dan komitmen dalam program restorasi hutan dan lahan gambut di Sumsel . Sekaligus untuk melihat adakah dukungan baru atau komitmen baru serta sekonkrit apa program tersebut dilaksanakan dalam perlindungan lingkungan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Hal ini diungkapkan Indonesia Country Director IDH The Sustainable Trade Initiativ Dr. Fitrian Ardiansyah saat menggelar pertemuan dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin membahas Persiapan Penyelenggaraan Asia Pacific High Level Meeting Bonn Chalenge tentang Restorasi Hutan Dunia di Griya Agung Palembang, Jum’at (14/10)

Hadir dalam pertemuan ini, Managing Director APP diwakili Ka. Deputi Sustainable Development APP, Megla Sari, Indonesia Country Director ZSL Mr. Berthod, Staf Ahli Gubernur Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani, Asisten III Setda Provinsi Sumsel Ahmad Najib dan SKPD terkait lainnya.

Terkait Persiapan kegiatan ini, kata Fitrian Ardiansyah, akan ada beberapa hal dalam kegiatan ini yakni dihari pertama direncanakan akan ada pertemuan gubernur se- Sumatera. Pertemuan ini untuk melihat apakah ada kesamaan tantangan dalam program restorasi dan perlindungan lingkungan diwilayah Sumatera.

Kemudian  dihari kedua akan ada diskusi dengan negara lain dan negara sahabat.  Hari ketiga direncanakan melakukan kunjungan lapangan.

“Saat ini ada enam opsi yang akan dikunjungi, namun masih belum dipastikan karena paling konkrit hanya satu atau dula lokasi yang bisa dikunjungi,” terang Fitrian Ardiansyah.

Sementara Gubernur Alex Noerdin mengatakan, Bonn Chalenge merupakan program pemerintah Jerman dalam pelestarian hutan dan perlindungan lingkungan di dunia. Sumsel sendiri sudah dua kali diundang dalam kegiatan serupa karena Sumsel sudah menginisiasi untuk melakukan tujuh restorasi di berbagai lokasi di wilayah Sumsel.

Menurut Alex, saat ini Sumsel telah mendapat dukungan dari berbagai negara seperi Norwegia, Inggris, dan Belanda. Bahkan Pemerintah Amerika Serikat juga mendukung program ini namun lebih fokus pada ekoturizem dan bio energy.

“Kalau kita lihat, Sumsel sudah menjadi contoh di dunia terkait restorasi dan perlindungan lingkungan,” pungkas Alex.

(sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *